SOROT 558

Dari Bandar Kelapa hingga Pusat Kekuasaan

Batavia masa lalu
Sumber :

Kemudian, pada abad ke-19, saat zaman Pemerintah Hindia Belanda, pelabuhan Sunda Kelapa dipindah  ke Jalan Lodan hingga sekarang.

img_title Sejarah Istilah Pria Hidung Belang, Berawal dari Skandal Seks

Kota Jakarta, menurut Ridwan, aslinya bernama Majakatera. Nama itu berarti land of power atau tanah kekuasaan. Namun, orang-orang menyebutnya Jaketra lalu jadi Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 1623 nama itu diganti oleh Belanda (VOC) menjadi Batavia. Penduduk dan orang-orang Jepang lantas memprotes. Lalu mereka tetap menyebut Jakarta. “Jadi nama Batavia hanya nama resmi saja. Kalau nama hari-hari penduduk tetap menyebut itu Jakarta,” kata Ridwan.

img_title Ternyata VOC Belanda Hukum Pezina dengan Benamkan Kepala ke Air Sampai Mati

Kemudian, saat zaman Jepang, mereka menyebutnya Jakaruta. Lalu pada saat proklamasi kembali menjadi Jakarta. “Harus dicatat kota ini belum pernah bernama Jayakarta. Itu belum pernah. Itu nama desa di Karawang,” ujarnya.

Batavia masa lalu

img_title Tanggul Jebol, Banjir Rob Landa Permukiman Warga di Sunda Kelapa

Batavia

Hunian pertama di Jakarta terdapat di Kapuk Muara. Orang Betawi membangun gapura di Kampung Muara. Gapura di dalam bahasa Samarkand adalah Betawi. Itu terjadi pada abad ke-10.

“Ya terserah mau bikin HUT Jakarta 9.000 tahun yang lalu atau abad ke-10. Tapi yang jelas yang dirayakan sekarang itu adalah hoax,” tegas Ridwan.

Terlepas dari sejarah perubahannya yang mengalami proses cukup panjang, tepat pada 22 Juni 2019, Jakarta resmi genap berusia 492 tahun. Di usianya yang kian mendekati lima abad itu, Jakarta telah berubah menjadi kota metropolitan.

Pantauan VIVA, gedung-gedung pencakar langit terus menjamur di Jakarta, baik untuk hunian, kantor, maupun tempat perbelanjaan. Jalan protokol yang luas menghiasi kawasan-kawasan utama Ibu Kota.  Dipadukan dengan taman dan pedestrian di kanan kirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sarana transportasi pun semakin berkembang.  Mass Rapid Transit (MRT), misalnya, saat ini telah hadir di Jakarta Pusat hingga ke Selatan. Begitu pula dengan layanan kereta layang yang populer disebut LRT (Light Rail Transit), yang tengah diujicoba dan saat ini baru menghubungkan Rawamangun (Jakarta Timur) dengan Kelapa Gading di Jakarta Utara.

Pada peringatan HUT ke-492, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  telah menyiapkan serangkaian acara. Di antaranya, Live Mural Jakarta Anniversary di Terowongan Jalan Kendal, Jakarta Pusat; pasar kreatif, air mancur menari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut