Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut berpartisipasi dan menikmati rangkaian acara yang telah disiapkan. "Rangkaian acara ini kami hadirkan untuk seluruh warga Jakarta. Bahkan, harapannya, bisa mendatangkan turis domestik maupun mancanegara ," ujar Anies, dalam keterangannya, Kamis, 20 Juni 2019.
Tantangan Baru
Untuk malam puncak HUT bertajuk “Wajah Baru Jakarta”, digelar di Bundaran HI, pada 22 Juni 2019. Acara ini memadukan unsur tradisional dan teknologi, dengan menampilkan tari tradisional, lagu dan kostum tradisional secara kolosal. Acara akan dibagi menjadi tiga babak, mulai dari Jakarta Tempo Doeloe, Jakarta Membangun, hingga Wajah Baru Jakarta.
Cici Marlina, warga Cililitan, Jakarta Timur, berharap tema “Wajah Baru Jakarta” dalam perayaan HUT Jakarta tahun ini, benar-benar diwujudkan. “Semoga dengan tema wajah baru , yang diperlihatkan tahun ini benar benar wajah baru dan tidak cuma wacana,” ujarnya.
Dia menilai semakin bertambahnya usia kota ini, banyak sekali kemajuan dan perkembangan yang dialami. Pembangunan sudah terstruktur baik, penataan ruang juga baik. “Jadi semakin bertambah usia, Jakarta bisa dibilang semakin maju dari pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
![]()
Kemacetan Jakarta
Yahya berharap, pembenahan yang dilakukan di Jakarta seimbang antara fisik dan nonfisik. Pembenahan nonfisik di antaranya pengembangan sumber daya manusia, pengembangan pemerintahan yang adil, jujur dan jauh dari korupsi. “Jadi memang kalau pembinaan secara nonfisik itu penting,” ujarnya.
Dalam usia Jakarta yang sudah mencapai 492 tahun, menurut Yahya, sudah banyak yang diberikan kota ini bagi warganya. Lantaran itu, warga harus merawat kota Jakarta dengan penuh rasa cinta.
Hingga kini, menurut Yahya, Jakarta terus menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang. Hal itu antara lain lantaran lokasinya yang strategis, masyarakatnya yang terbuka menerima siapapun. Jika tak lagi menjadi Ibu Kota pun, Jakarta akan tetap menjadi magnet yang dirindukan oleh orang-orang dari manapun. (ren)