VIVAnews - Ratusan buku berjejal dalam rak yang terletak di sebelah ruangan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Prof. Hafid Abbas, di lantai enam Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. "Semua sedang kami teliti," katanya kepada VIVAnews, Selasa 5 Januari 2010.
Seluruh buku yang diteliti itu menurut Hafid, akan diserahkan ke Kejaksaan Agung sebagai pemegang otoritas pelarangan peredaran buku. Kami akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, juga dengan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, katanya.
Kabar ini tentu sangat mengejutkan, sebab pada Desember 2009, Kejaksaan Agung telah mengumumkan pelarangan lima buku yang beredar pada 2008-2009. Buku-buku itu dilarang sebab dinilai mengganggu ketertiban umum, bertentangan dengan UUD 1945, Pancasila, Agama, dan SARA, kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Didiek Darmanto.
Untuk tugas penelitian buku, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar membentuk tim yang dipimpin Hafid. Sampai saat ini, ada 200 judul yang sedang dipelototi, 20 di antaranya hampir rampung ditelaah. "Di antaranya buku yang memprovokosasi semangat separatis," katanya.
Hafid mengambil tiga buku dan menunjukkannya ke VIVAnews. Salah satunya buku bersampul kuning berjudul "The Indigenous World 2009." Buku ini diluncurkan di Kopenhagen, Denmark, Juni 2009. Penerbitnya adalah International Working Group for Indigenous Affairs.
Tak ada nama penulis di buku itu. Hanya ada alamat penerbit dan nama para editor yang dibagi per region yang dipimpin Kathrin Wessendorf. Itu kebijakan kami untuk melindungi mereka, mengingat isu yang diusung sangat sensitive, kata Christian Erni, Regional Editor Asia buku The Indigenous World 2009, kepada wartawan VIVAnews (lihat Wawancara Christian Erni).
Menurut Hafid yang menjadi soal dalam buku itu adalah penempatan tulisan Provinsi Papua Barat yang disatukan dalam Bab "Australia, News Zeland and Pacific" dan dipisahkan dari Bab "East and South East Asia" yang di dalamnya menguraikan tentang Indonesia. Seolah-olah Papua telah menjadi negara tersendiri, penulisnya sengaja memprovokasi, katanya.
Dua buku yang lain ditulis oleh orang Papua, yaitu "Hak Asasi Masyarakat Adat" yang ditulis Sem Karoba dan "Jeritan Bangsa Papua: Papua Barat Mencari Keadilan" karya Sendius Wonda. Buku ini juga dituding menebar virus separatisme. Tulisannya menggambarkan seolah-olah Papua harus merdeka, kata Hafid.
Dari sejumlah buku yang ditelitinya itu Hafid juga mengaku menemukan buku penyemai benih-benih terorisme. Salah satunya, misalnya, menggambarkan bahwa aksi bom bunuh diri bakal mendapat ganjaran surga. Jadi, kata Hafid hakulyakin, harus ada upaya serius dari pemerintah untuk menghentikan peredaran buku-buku sesat itu. Dan hal itu merupakan kewajiban Negara untuk melindung warganya.
Halaman Selanjutnya
Lagipula, masih kata Hafid, kebijakan penarikan buku selalu didahului dengan kajian akademis yang membuktikan memang ada bagian-bagian dalam buku tersebut yang ngawur dari segi keilmuan. Sejarah Indonesia sarat dengan kisah pelarangan buku, khususnya saat negara berada di bawah kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru. Di masa itu, pemerintah menerapkan aturan warisan kolonial Belanda, yaitu Haatzai Artikelen, sebutan untuk delik pidana bagi mereka yang dituduh menyebarkan perasaan permusuhan, kebencian, atau menghina penguasa kolonial.Dalam buku "Menentang Peradaban, Pelarangan Buku di Indonesia" yang disusun Jaringan Kerja Budaya disebutkan di era kolonial Haatzai Artikelen kerap dipakai untuk menghukum kalangan pergerakan yang menentang penguasa sekaligus untuk meredam perlawanan rakyat.Saat Soekarno berkuasa yang dibabat adalah buku-buku yang dipandang mengandung paham liberal dan kebarat-baratan. Bung Karno juga memberangus sejumlah buku yang mengritik pemerintahannya.Begitu Soeharto berkuasa yang diberangus adalah buku yang mengandung paham komunisme, Leninisme dan Marxisme. Soeharto bahkan bersikap lebih keras dalam memberangus buku-buku yang mengritiknya.
Topik Terkait
Jangan Lewatkan
Marc Klok Kecewa Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia: Saya Harusnya di Sana Sekarang
Bola
2 menit lalu
Marc Klok mengungkapkan kekecewaannya setelah tak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Ia tetap mendukung skuad Garuda.
GKSR juga mengusulkan perubahan mekanisme verifikasi partai politik. Partai yang sudah memiliki kursi di DPR cukup mendaftar tanpa melalui verifikasi administrasi.
KSP akan terus mendorong koordinasi dan pengawalan agar implementasi KDMP berjalan partisipatif, proporsional, dan sesuai karakteristik masing-masing desa
Feng shui hari ini menandai hari dengan energi “Danger” yang penuh ketidakpastian. Meski bukan berarti bahaya secara nyata, sejumlah aktivitas disarankan untuk dihindari,
Kris Dayanti mengungkap, dirinya masih mengingat pesan Guruh Soekarnoputra yang disampaikan di detik-detik terakhir kehidupan sang budayawan. Amanah jadi dorongan buat KD
Jelang Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Malaysia Sudah Wanti-wanti Pemainnya: Laga yang Berat
Bola
32 menit lalu
Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh, tetapi Tan Cheng Hoe dan Bergson da Silva mengakui laga melawan Timnas Indonesia di SUGBK akan menjadi tantangan berat.
Terpopuler
HP Galaxy A55 vs Xiaomi 14T, Adu Kamera, Layar dan Performa: Mana yang Cocok untuk Dipakai Jangka Panjang?
Digilife
27 Sep 2026
Galaxy A55 dan Xiaomi 14T dibandingkan dari kamera, layar, performa, baterai, hingga dukungan software. Simak perbedaan keduanya untuk menentukan HP yang sesuai dipakai.
Terpopuler: Timnas Indonesia Merosot di Rangking FIFA, Pengakuan Jujur Pelatih Singapura
Bola
27 Sep 2026
Salah satunya adalah rangking Timnas Indonesia merosot meski berhasil mengalahkan Singapura pada laga pertama Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan skor 2-0 di Stadion Utama
Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny menyoroti permainan Skuad Garuda meski menang 2-0 atas Singapura. Ia menilai skuad Garuda terlalu cepat kehilangan bola.
71 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, Basarnas Ganti Kapal dan Perpanjang Pencarian
Nasional
27 Sep 2026
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 belum berakhir. Memasuki hari ke-14, Basarnas kembali memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari ke depan untuk mencari korban lain
Jokowi Dipastikan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Diumumkan saat HUT Partai November
Nasional
27 Sep 2026
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bakal menjabat Ketua Dewan Pembina pada November 2026 mendatang.
Selengkapnya
Partner
Mesin motor yang sering dipakai bisa terlihat kusam karena debu, lumpur, oli, dan kotoran. Jika jarang dibersihkan, kotoran tersebut bisa menempel dan berubah ì
Timex TW5M55700JQ membawa desain digital retro, step tracker, lampu INDIGLO, dan ketahanan air 30 meter dengan harga sekitar Rp1,2 jutaan. Simak detail spesifikasi,...
Seiko HGK003 Edo Purple membawa dial ungu bertekstur, casing 40 mm, sapphire crystal, dan baterai tiga tahun dengan harga sekitar Rp8,5 jutaan. Simak detail...
Job Fair Hospitality Terbesar Siap Digelar di Jakarta, Ribuan Lowongan Menanti Anak Muda Indonesia
Wisata
38 menit lalu
National Hospitality Job Fair 2026 digelar hybrid di Jakarta 26–28 Oktober, membuka akses ribuan lowongan kerja hospitality bagi lulusan SMK hingga sarjana se-Indonesia
Selengkapnya
Isu Terkini