SOROT 586

Menjegal Donald Trump di 2020

Sorot 586
Sumber :
  • Vivanews

VIVA – Presiden Donald Trump telah resmi dipecat - atau bahasa resminya “dimakzulkan” - oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat pada Desember 2019 lalu. Namun, itu belum cukup untuk mengusir Trump dari Gedung Putih atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi kerja parlemen AS, atau Kongres.

img_title After Cenceled Visit in 2020, Pope Francis to Come Indonesia This Year

Keputusan akhir kini berada di Senat, yaitu kamar lain di Kongres AS yang juga sangat berpengaruh. Butuh dukungan 2/3 dari total 100 Senator di Kongres untuk memakzulkan Trump. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses ini tidak mudah. Mengingat Senat didominasi oleh para politisi Partai Republik yang mendukung Trump (53), sedangkan Partai Demokrat yang menginisiasi pemakzulan hanya menduduki 45 kursi, sedangkan 2 kursi lainnya dihuni senator independen.

img_title Spesifikasi iPad Pro 2020 Milik Widino Arnoldy yang Hilang

Apalagi tahun ini AS kembali sibuk dengan Pemilu Presiden November mendatang. Donald Trump sendiri, ketimbang pusing dengan urusan pemakzulan di Kongres, malah pilih sibuk mempersiapkan diri jadi kandidat petahana di Pemilu AS 2020 untuk periode kedua. Ini yang membuat publik dan kalangan politisi AS jengah karena dihadapkan dengan dua pilihan, ngotot ingin segera memecat Trump atau tidak memilihnya lagi pada Pemilu mendatang.  

Walau kini tidak sedigdaya di masa lampau, AS tetap lah negara paling berpengaruh di dunia. Apa pun gejolak politik yang terjadi di AS, termasuk sikap dan perilaku pemimpinnya, Negeri Paman Sam itu tetap punya dampak besar bagi dunia.

img_title Donald Trump dan Kedua Anaknya Akan Diperiksa Terkait Penipuan

Apalagi masyarakat internasional dibuat deg-degan dengan sepak terjang dan berbagai ulah Trump sebagai presiden sejak 20 Januari 2017 lalu. Maka, kontroversi Trump dan perpolitikan di AS di Tahun Pemilu bakal termasuk momen berpengaruh di dunia selama 2020.  

Sejak ia menjabat, perjalanan Trump sebagai Presiden AS penuh kontroversi. Trump diserang mulai dari skandal pajak, tudingan kerja sama dengan Rusia untuk memenangkan pemilu, skandal seks, hingga mengintimidasi Presiden Ukraina yang akhirnya berujung pemakzulan di DPR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump juga dikenal sebagai presiden yang rasis dan diskriminatif. Tanpa ragu ia menunjukkan ketidaksukaannya pada pendatang dari Meksiko dan membatasi akses mereka untuk masuk ke AS.

Bulan Januari ini, Trump akan menghadapi keputusan dari Senat AS. Besar kemungkinan Senat akan membela Trump, karena mayoritas anggota Senat berasal dari Partai Republik, berbeda dengan anggota DPR AS yang mayoritas berasal dari Partai Demokrat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut