SOROT 586

Menjegal Donald Trump di 2020

Sorot 586
Sumber :
  • Vivanews

Trump tetap tenang menghadapi upaya pemakzulan. Ia terus melangkah dan maju kembali berlaga dalam pemilihan presiden AS. Kepada publik AS, Trump selalu mengatakan selama menjadi presiden ia telah berhasil memenuhi janjinya untuk menghentikan imigran ilegal, menaikkan pertumbuhan ekonomi, dan membuka lapangan pekerjaan baru.

img_title Mengejutkan, Donald Trump Jadi Komentator Duel Holyfield Vs Belfort

Popularitas Menurun

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi, apakah benar warga AS masih menginginkan Trump?

img_title Ramah Lingkungan, Ini 8 Inovasi Jepang di Olimpiade Tokyo 2020

Survei terbaru yang dilakukan NBC News/Wall Street Journal menunjukkan, mayoritas warga AS justru ingin Trump dipecat. Sebanyak 49 persen rakyat AS ingin Trump dipecat sementara 46 persen lainnya menolak. Padahal pada Oktober lalu, 49 persen warga AS masih menolak pemakzulan Trump, hanya 43 persen yang menolak. Angka ini menunjukkan publik AS mulai menunjukkan rasa tak suka mereka pada Trump.

Survei ini dilakukan melalui telepon terhadap 900 orang dewasa di AS, dari 27-30 Oktober. Margin kesalahan dalam survei ini adalah 3,27 poin. "Ini pemilih yang sangat tertutup," kata Peter Hart, periset yang melakukan polling.  Survei tersebut juga menunjukkan publik saat ini lebih ingin dipimpin oleh Partai Demokrat ketimbang Partai Republik. Perbandingan suaranya 49:42 persen.

img_title Jadwal Final Piala Eropa 2020, Italia Vs Inggris

Namun Trump tak peduli dengan itu semua. Dengan yakin ia tetap mengajukan diri untuk periode kedua. Jauh sebelum dimakzulkan Trump sudah menyatakan diri akan maju kembali dalam pemilu AS yang akan digelar pada 3 November 2020. Ia bahkan sudah melakukan kampanye sejak 18 Juni 2019. Di hadapan ribuan pendukungnya Trump menyerukan agar tak memilih Demokrat.  

"Pemungutan suara untuk Demokrat pada 2020 adalah pemungutan suara untuk kebangkitan sosialisme radikal dan penghancuran impian Amerika," katanya.

Kepada publik AS Trump menyampaikan serangkaian janji. Ia berjanji akan mewujudkan sistem imigrasi yang baru, memiliki kesepakatan perdagangan yang baru dan perbaikan layanan kesehatan dan obat untuk kanker, termasuk berjanji memberantas AIDS di AS.

Ia juga mengatakan akan mengganti slogan kampanye. Jika sebelumnya ia menggunakan slogan "Make America Great Again," maka untuk menghadapi pemilu 2020 ia menggunakan slogan "Keep America Great."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka Siap Menghadang Trump

Keinginan Trump untuk kembali maju dalam pilpres siap dihadang oleh kandidat terbaik dari Partai Demokrat. Beberapa nama yang muncul adalah Bernie Sanders, Michael Bennet, Joseph R. Biden Jr, Michael R. Bloomberg, Cory Booker, Pete Buttigieg, John Delaney, Tulsi Gabbard, Amy Clobuchar, Deval Patrick, Tom Steyer, Elizabeth Warren, Marianne Williamson, dan Andrew Yang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut