- istimewa
Evakuasi warga korban banjir di Jakarta
Anies juga menegaskan, normalisasi Kali Ciliwung tidak membuat Jakarta terbebas dari banjir. "Jadi ini bukan sekadar soal yang belum kena normalisasi saja, nyatanya yang sudah ada normalisasi juga terkena banjir," ujar Anies.
Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan Jakarta kembali banjir. "Ada yang daerah kontribusinya karena masalah curah hujan saja, ada yang kontribusinya karena ukuran saluran, ada yang kontribusinya karena faktor-faktor yang lain. Jadi ini bukan single variable problem, ini multiple variable," katanya berdalih.
Ia menunjuk penyelesaian air di hulu sangat penting. Sebab Jakarta sering kali menerima kiriman air dalam jumlah besar dari hulu, dan itu yang menyebabkan Jakarta kebanjiran.
"Pengendalian air di kawasan hulu dengan membangun dam, waduk, embung, sehingga ada kolam-kolam retensi untuk mengontrol, mengendalikan, volume air yang bergerak ke arah hilir," katanya.
Dan dengan penjelasan itu, menurut Anies, penyelesaian banjir Jakarta harus diselesaikan secara komprehensif, yaitu mengendalikan volume air dari hulu yang akan masuk ke Jakarta.
Posisi Topografi Jakarta yang berada di dataran rendah memang menyulitkan kota ini untuk terbebas dari banjir. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis), Bambang Hidayah memastikan hal tersebut. "Kalau bebas banjir enggak mungkin sama sekali lah, Jakarta saja topografinya 40 persen berada di bawah permukaan laut, Ya enggak mungkin," ujarnya.
Menurut Bambang, hal yang paling mungkin diupayakan adalah meminimalisasi banjir baik secara makro maupun secara mikro. Bambang mengatakan, secara makro sudah selesai karena pemerintah sudah membangun bendungan. Tinggal mikronya yang harus diselesaikan, misalnya sampah dan drainase.
"Pengendalian banjir ini kan harus komprehensif sebetulnya dalam arti sistem makro dan mikro. Kalau kami kan sungai di Provinsi, Untuk Ciliwung sendiri, kita melakukan pembangunan waduk Ciawi Sukamahi, kemudian normalisasi sungai kemudian sodetan dari Bidara Cina ke Kanal Banjir Timur (KBT). Nah semua program-program itu sampai Sekarang belum ada yang tuntas," ujarnya.
Pos Pantau Sungai Ciliwung di Depok