SOROT 587

Mimpi Jakarta Tak Banjir Lagi

Banjir di Cempaka Putih Jakarta Pusat
Sumber :
  • istimewa

Tim SAR mengevakuasi warga korban banjir di sejumlah wilayah di Jakarta Barat, Jumat 3 Januari 2020. Evakuasi warga korban banjir di Jakarta

img_title Pengakuan Mengerikan Dwi Bagus soal 7 Karung Berisi Abu dan Tulang Istri Sirih dan Anak

Anies juga menegaskan, normalisasi Kali Ciliwung tidak membuat Jakarta terbebas dari banjir. "Jadi ini bukan sekadar soal yang belum kena normalisasi saja, nyatanya yang sudah ada normalisasi juga terkena banjir," ujar Anies.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan Jakarta kembali banjir. "Ada yang daerah kontribusinya karena masalah curah hujan saja, ada yang kontribusinya karena ukuran saluran, ada yang kontribusinya karena faktor-faktor yang lain. Jadi ini bukan single variable problem, ini multiple variable," katanya berdalih.

img_title 43 Desa Terendam Banjir di Aceh Barat, Sejumlah Akses Jalan Ikut Terdampak

Ia menunjuk penyelesaian air di hulu sangat penting. Sebab Jakarta sering kali menerima kiriman air dalam jumlah besar dari hulu, dan itu yang menyebabkan Jakarta kebanjiran.

"Pengendalian air di kawasan hulu dengan membangun dam, waduk, embung, sehingga ada kolam-kolam retensi untuk mengontrol, mengendalikan, volume air yang bergerak ke arah hilir," katanya.

img_title Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Aceh Barat, 12 Desa Terdampak

Dan dengan penjelasan itu, menurut Anies, penyelesaian banjir Jakarta harus diselesaikan secara komprehensif, yaitu mengendalikan volume air dari hulu yang akan masuk ke Jakarta.

Posisi Topografi Jakarta yang berada di dataran rendah memang menyulitkan kota ini untuk terbebas dari banjir. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis), Bambang Hidayah memastikan hal tersebut. "Kalau bebas banjir enggak mungkin sama sekali lah, Jakarta saja topografinya 40 persen berada di bawah permukaan laut, Ya enggak mungkin," ujarnya.

Menurut Bambang, hal yang paling mungkin diupayakan adalah meminimalisasi banjir baik secara makro maupun secara mikro. Bambang mengatakan, secara makro sudah selesai karena pemerintah sudah membangun bendungan. Tinggal mikronya yang harus diselesaikan, misalnya sampah dan drainase.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pengendalian banjir ini kan harus komprehensif sebetulnya dalam arti sistem makro dan mikro. Kalau kami kan sungai di Provinsi,  Untuk Ciliwung sendiri, kita melakukan pembangunan waduk Ciawi Sukamahi, kemudian normalisasi sungai kemudian sodetan dari Bidara Cina ke Kanal Banjir Timur (KBT). Nah semua program-program itu sampai Sekarang belum ada yang tuntas," ujarnya.

Pos pantau ketinggian air sungai Ciliwung di Depok.Pos Pantau Sungai Ciliwung di Depok

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut