SOROT 587

Mimpi Jakarta Tak Banjir Lagi

Banjir di Cempaka Putih Jakarta Pusat
Sumber :
  • istimewa

Tak hanya rendah secara topografi, Jakarta juga dilalui oleh 13 sungai atau kali yang menampung air yang berasal dari Bogor dan Depok untuk dialirkan ke laut. Ada kali Mookervart, Kali Angke, Kali Pesanggarahan, Kali Grogol, Kali Krukut, Kali Sekretaris (Kali Baru Barat), Kali Ciliwung, Kali Bali Timur, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat dan Kali Cakung.

img_title Instruksi Cak Imin ke Kader PKB Terkait Karhutla

Tiga belas kali tersebut mengalirkan air dari Bogor dan Depok, yang merupakan dataran tinggi, melintas Jakarta sebelum menuju ke laut. Selain 13 kali sebagai pengalir, Jakarta juga membangun Kanal Banjir Timur dan Kanal Banjir Barat. Tapi ketika hujan datang dengan curah yang tinggi, debit air yang datang tetap tak mampu ditampung oleh kali yang ada di Jakarta, sehingga banjir kembali meruak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upaya Komprehensif dari Hulu ke Hilir

img_title Viral! Jasad Orangutan Ditemukan Mengapung di Sungai Kumai, Kalimantan Tengah

Topografi Jakarta diakui sebagai wilayah yang sulit bebas dari banjir. Penjelasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa penanggulangan banjir Jakarta butuh upaya yang komprehensif dari hulu ke hilir. Kondisi tersebut juga diakui oleh Presiden Jokowi.

"Jakarta sebagai Ibu Kota bukan daerah yang berdiri sendiri, tapi dikelilingi oleh wilayah Jawa Barat, Banten, saya berharap semuanya bisa bekerjasama dengan baik dalam menyelesaikan masalah banjir yang ada di Ibu Kota, tanpa kerja sama itu saya kira penyelesaiannya tidak akan komprehensif dan tidak akan bisa menyelesaikan masalah," ujar Jokowi ketika diminta komentar oleh wartawan soal banjir Jakarta awal tahun ini.

img_title Kasus Penipuan Bintara Polri Rp28 M, 2 Polisi Dipecat, Nama Eks Pejabat Polda Jambi Ikut Terseret

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hudoyo, mengakui banjir kemarin terjadi bukan saja karena curah hujan yang ekstrem, yaitu mencapai 377 mm per hari.

Menurutnya, Jakarta sudah banjir sejak tahun 1621.  Tapi masa itu masih ada rawa dan lain lain. Ada Rawa Buaya, Rawa Belong. Ada juga Daerah Aliran Sungai (DAS) yang besar, yaitu Ciliwung, Cisadane, dan Kali Bekasi. Menurutnya, kemarin sebelum ada kiriman air dari Bogor dan Depok, Jakarta juga sudah kebanjiran. Sebab, banyak tutupan lahan DAS di Jakarta sudah menjadi kebun cair yang ditanami sayuran. Sehingga laju air tak bisa dibendung.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut