- ANTARA FOTO/Cherman
Judha menegaskan, apa yang dilakukan oleh pemerintah sudah sesuai dengan protokol kesehatan internasional (protokol WHO). Mereka diobservasi karena dari wilayah yang menjadi episentrum wabah. Protokolnya adalah harus satu kali masa inkubasi. Menurut Judha, hal ini juga dilakukan di Australia di mana mereka diobservasi di Christmas Island.
Soal warga Natuna yang sempat melakukan penolakan, menurut Judha, terjadi karena miskomunikasi. Ia mengatakan, yang perlu dilakukan pemerintah dan masyarakat adalah memberi informasi yang tepat mengenai apa itu new coronavirus dan bagaimana penyebaran dan langkah pencegahannya. Selama ini berkembang hoax sehingga masyarakat menjadi panik. Padahal, contohnya, setelah dijelaskan Menkopolhukam di Natuna, masyarakat paham.
Anggota DPR Komisi IX Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, ikut mendukung keputusan pemerintah yang melakukan karantina WNI yang dievakuasi dari Wuhan. Menurutnya, kalau demi keamanan warga negara, hal itu perlu dilakukan, tidak ada masalah. Karena negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap warganya. Hanya saja, ujarnya, pemerintah memang perlu memberikan sosialisasi dan pemahaman yang jelas agar warga Natuna tak khawatir terlalu berlebihan.
Ketua Komisi III Aziz Syamsudin juga mendukung langkah pemerintah soal evakuasi dan karantina WNI di Natuna. "Kebijakan pemerintah ini sangat tepat dan DPR mendukung sepenuhnya. Kita dorong terus pemerintah lakukan pencegahan terhadap penyebaran virus yang berbahaya ini. Sebab, salah satu dari tugas negara adalah untuk dapat menjamin rasa aman bagi warga negaranya, termasuk rasa aman dari virus corona," ujarnya kepada VIVAnews, Kamis, 6 Februari 2020.
Natuna Sudah Kondusif
Hari kelima setelah proses karantina 238 WNI yang baru tiba dari Wuhan dilakukan, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr Anung Sugihantono, memastikan Natuna sudah semakin kondusif. Anung mengatakan telah melihat langsung warga di Natuna melakukan aktivitas seperti biasanya. Tidak ada lagi berita-berita sebagaimana sempat ramai.
Anung menjelaskan, berdasarkan laporan yang disampaikan dari timnya di Ring 1 observasi WNI, pos kesehatan di sana selalu dibuka untuk memberikan layanan kesehatan bagi mereka yang saat ini berada di ruang observasi.