SOROT 116

Obsesi Star Trek dan Janji Johny

Astronom Indonesia Johny Setiawan di Observatorium La Silla Chile
Sumber :
  • www.mpia.de

Star Trek

img_title Pelarian Bos Tempat Hiburan Malam Planet Batam Berakhir! Baru Mendarat dari Singapura Langsung Diciduk Bareskrim

Jika Anda berjumpa Johny, mungkin Anda tak akan mengira bahwa dia seorang astronom. Postur tubuhnya atletis. Dia memang gemar body building. Potongan rambutnya cepak. Tak tampak gaya seorang peneliti pada dirinya, apalagi pengamat luar angkasa profesional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Astronom RI Johny Setiawan di Observatorium La Silla Chile

img_title Star Wars Outlaws Kini Tersedia di Xbox Game Pass: Petualangan Galaksi Paling Lengkap untuk Gamer!

Tapi, Johny sudah lama bercita-cita jadi astronom. Sejak kecil, ayahnya sering mengajaknya melihat bintang di angkasa. Pada usia empat tahun, Johny terkesan dengan film fiksi ilmiah besutan Gene Roddenbery, Star Trek, yang menggambarkan eksplorasi manusia ke luar angkasa.

Obsesi Johny membawanya mengambil studi S1 di jurusan Fisika di University of Freiburg Jerman, kemudian S2 dan S3 di University of Freiburg dan Kiepenheuer Institute for Solar Physycs. Ia berhasil menyabet gelar Doktor dengan predikat Magna Cum Laude, sekaligus melempangkan jalannya bergabung dengan Max-Planck Institute for Astronomy di Heidelberg.

img_title Aplikasi Pesan Instan Ini Wajib Ada di HP Android dan iPhone Mulai 1 September 2025, WhatsApp Lenyap

Walau terkesan lancar dalam meniti karirnya, namun pekerjaannya bukan tanpa hambatan. Selama lebih dari 18 tahun, banyak suka duka yang mewarnai kegiatan kuliah dan bekerja di Jerman.

Yang terberat bagi Johny adalah saat ia musti tinggal berminggu-minggu di observatorium La Silla Chile di lingkungan gurun Atacama yang merupakan salah satu gurun paling kering di dunia. "Aktivitas itu membutuhkan stamina tinggi, apalagi di musim dingin," Johny menjelaskan.

Setidaknya, tuntutan pekerjaannya membuat Johny mampu berkomunikasi dalam lima bahasa: Inggris, Jerman, Spanyol, Perancis, dan tentu saja Indonesia. Bakat melukis Johny pun tersalurkan.

Johny yang belajar melukis secara otodidak, mengabadikan planet-planet yang ia temukan ke dalam lukisannya. Karya-karya lukisan Johny sempat dimuat di New York Times dan National Geographic. Johny juga mendalami videografi sambil mendokumentasikan perjalanan serta aktivitas kerjanya.

Planet serupa bumi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar itu, beragam penemuan Johny, ternyata didasari oleh satu keyakinan bahwa ada habitable planet (planet yang bisa dihuni manusia) yang serupa dengan bumi. Johny juga membuka kemungkinan adanya kehidupan lain selain manusia di jagad semesta ini.

"Saya sangat yakin dengan keberadaan planet-planet habitable serupa bumi karena memang secara statistik, mereka mudah terbentuk dan seharusnya jumlahnya banyak," kata Johny. Tinggal seberapa cepat manusia bisa meningkatkan teknologi untuk menemukan planet-planet tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut