SOROT 121

Oposisi Maya di Negeri Seribu Menara

Aksi demonstrasi di Mesir
Sumber :
  • AP Photo/Tara Todras-Whitehill

img_title Bakal Stop Beroperasi di Medan, SPBU Shell: Terima Kasih Buat Semua Pelanggan Setia Kami

Faktanya, tak dapat dipungkiri bahwa peran Facebook dalam upaya penggalangan dukungan dalam gerakan oposisi ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Salah satu elemen penting penggagas unjuk rasa pada 25 Januari lalu adalah Gerakan Pemuda 6 April.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini gerakan di Facebook yang dibikin Ahmed Maher dan Ahmed Salah sejak tahun 2008, yang memiliki lebih dari 70 ribu pendukung. Kelompok yang didukung para blogger dan jurnalis ini beberapa kali menggelar unjuk rasa untuk menuntut pembebasan wartawan yang ditahan selama konflik Israel dan Palestina di Jalur Gaza pada 2008-2009.

img_title Waktunya Orang Tua Ambil Peran Cegah dan Tangani Kekerasan di Pendidikan

Anehnya, kabel diplomatik AS yang dibocorkan Wikileaks mengatakan bahwa AS mengesampingkan gerakan ini sebagai gerakan di luar oposisi mainstream, dan menuduh tujuan gerakan ini untuk demokrasi tidaklah realistis. Pada 6 April 2009, kelompok ini juga diserang oleh sejumlah polisi berpakaian preman. Beberapa tokohnya ditahan aparat.

Motor gerakan 25 Januari 2011 yang lain adalah juga kelompok Facebook, yang menamakan dirinya sebagai ‘We are All Khaled Said’. Khaled Said adalah pemuda 28 tahun yang tewas dianiaya polisi Mesir setelah mengunggah video yang memperlihatkan polisi membagi-bagi narkotika hasil sitaan.

img_title 10 Tradisi Unik Ramadhan di dunia

Gerakan ini langsung menuai simpati dari banyak kalangan. Baru didirikan sekitar enam bulan, kini anggotanya sudah mencapai ribuan orang. Siapa pendirinya belum diketahui. Dia hanya menggunakan nama maya ElShaheed. 

Menurut aktivis Mesir Esraa Abdel Fatah yang juga dikenal dengan nama maya Facebook Girl, dia mengenal ElShaheed sejak bekerja sama dalam aksi pada 2008 silam. ”Tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya,” kata Abdel Fatah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum lama ini majalah terkemuka Newsweek sempat mewawancarainya.  ElShaheed mengungkapkan kekuatan Facebook bagi gerakan anti rezim Hosni Mubarak ini. “Beberapa video yang kami publikasikan bisa ditonton di dinding orang lebih dari 30 ribu kali. Ini adalah kekuatan sebuah virus. Sekali ditularkan, tidak bisa dihentikan,” ujarnya kepada Newsweek.

Namun demikian, ElShaheed juga berhati-hati. Pengalaman terdahulu menunjukkan setiap kali ada seruan unjuk rasa, anggota kelompok ini melupakan komputer dan langsung turun ke jalan. ElShaheed berusaha menjaga regularitas aktivitas anggotanya di dunia maya dengan berbagai kegiatan--menggelar jajak pendapat, meminta saran, atau posting selebaran elektronik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut