Sumber :
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Gatot mempertanyakan validitas laporanÂ
Baca Juga
Aksi sadap-menyadap ini, lanjutnya, telah masuk ke ranah hubungan diplomatik. Hubungan antara Indonesia-Australia dan Indonesia-AS. Masuk domain Kementerian Luar Negeri. Sama dengan kasus penyadapan oleh Australia kemarin. “Respons kami ditunjukkan dengan sikap Bapak Presiden SBY dan Kementerian Luar Negeri. Kami menghindari duplikasi informasi yang tidak selaras," tegas Gatot.
Soal teknik penyadapan, Gatot menduga, penyadapan yang terjadi modusnya sama. Umumnya sudah ditarget. Tidak asal menyadap. Mereka tidak menyadap seluruh pelanggan. “Jika targetnya adalah pejabat, tentu lebih sulit. Karena rata-rata enkripsi telah diterapkan oleh Lembaga Sandi Negara," tutur pria kelahiran Yogyakarta 53 tahun lalu itu.
Kecuali, kata Gatot, pejabat negara itu tidak patuh. Karena komunikasi yang sifatnya rahasia tentu akan dilindungi oleh Lemsaneg.
Aset Bank Mandiri Tembus Rp2.404 T, Tumbuh 20,1% di Q3 2026
Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Baca selengkapnya
VIVA.co.id
24 Oktober 2026