Sumber :
- REUTERS/Australian Department of Defence
Kisruh yang susul menyusul itu tentu saja mengunci upaya normalisasi. Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, mengaku bahwa upaya itu jalan di tempat. "Hingga saat ini kami masih terhenti di langkah pertama. Saya mencoba untuk bergerak dari poin satu, tetapi belum selesai," kata Natalegawa kepada para wartawan usai menerima kedatangan tamunya dari AS, Menlu John Kerry, di Jakarta pada 17 Februari lalu.
Baca Juga
Upaya normalisasi ini, lanjutnya, harus berhulu dari kejelasan sikap Australia. Apakah Indonesia dilihat sebagai kawan atau musuh. Australia seharusnya meminta dokumen sengketa dagang itu secara baik-baik. "Dengan senang hati saya akan berikan semua dokumen yang mereka butuhkan. Tidak ada gunanya menyadap," tegas Marty.
Sengketa dagang yang dimaksudkan Marty itu, merujuk pada laporan harian New York Times pada Minggu, 16 Februari 2014. Media itu menulis bahwa agen intelijen DSD memata-matai komunikasi pejabat RI di Washington DC dengan pengacara yang disewa pemerintah untuk menangani sengketa dagang udang dan tembakau. Laporan tersebut bersumber dari dokumen mantan kontraktor NSA, Edward Snowden pada Februari 2013.
Marty mengingatkan Australia, semua kebijakan diambil oleh Pemerintahan Tony Abbott justru mengorbankan hal yang lebih besar. Hubungan bilateral terganggu. Memulihkan hubungan itu, hanya perlu niat baik dan penjelasan yang memadai sebagai tetangga.
Tapi seperti yang sudah-sudah, pemerintah Australia menolak berkomentar soal aksi penyadapan, seperti yang dibocorkan Snowden lewat media massa itu. Tidak membantah. Tidak juga membenarkan. "Kami tidak mengomentari masalah operasi intelijen," begitu jawaban Abbott saat ditanya soal bocoran terbaru dari Snowden itu. Sebagaimana dikutip ZDNet.com, Minggu 16 Februari 2014, ketika ditemui di Bourke, New South Wales, Abbott cuma berujar hasil penyadapan tidak bermaksud "untuk merugikan negara lain."
Dia mengaku mengunakan hasil sadapan itu demi kepentingan negara-negara sahabat Australia. “Menggunakannya untuk menegakkan nilai-nilai kami. Melindungi rakyat kami dan rakyat negara lain," kata Abbott. Dia menegaskan bahwa negerinya tidak akan mengunakan hasil sadapan itu untuk kepentingan bisnis.
Kerjasama Militer Terganggu
Para petinggi Australia mengaku, hubungan yang memburuk belakangan ini, sudah menganggu kerjasama militer yang sudah terjalin baik. Demi menghalau para "manusia perahu," Australia berkali-kali terpaksa menerobos masuk ke perairan Indonesia.Â
Halaman Selanjutnya