- VIVAnews/Dyah Ayu Pitaloka
![]()
Salah satu topeng yang dijual di salah satu PKL di sudut kota Malang. (Foto: VIVAnews/Dyah Ayu Pitaloka)
Keunggulan yang Ditawarkan
Untuk makin menarik minat masyarakat dan calon investor, pembangunan jalan tol Pandaan-Malang juga sedang dikejar. Proyek nasional yang melibatkan pemerintah di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Pasuruan ini muncul untuk memudahkan akses transportasi darat dari Surabaya ke Malang.
“Jarak tempuh Surabaya-Malang lewat tol Pandaan akan lebih pendek. Pintu masuk tol ada di Pandaan, pintu keluarnya di Kedungkandang, Kota Malang,” kata Kasubag Humas Pemkot Malang, Ali Moelyanto, Rabu 20 Agustus 2014.
Seluruh upaya itu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan warga Kota Malang. Tentu saja diikuti dengan pelayanan birokrasi yang lebih cepat, mudah, sederhana, dan murah bahkan gratis.
Upaya lain, Pemkot sedang getol membersihkan reklame liar yang mengotori pandangan tanda terjadi kebocoran pendapatan di sektor pajak reklame.
“Kota Malang dipercaya jadi kota layak huni, maka ini jadi pekerjaan rumah bagi kami agar lebih memperbaiki pelayanan dan fasilitas. Dari jalan yang tidak macet, kota yang bersih, sehat dan sejuk serta ketersediaan pendidikan dan kesehatan untuk semua masyarakat,” katanya.
Upaya peningkatan pelayanan di Malang juga datang dari parlemen. Wakil rakyat mengusulkan anggaran untuk pendataan Pedagang Kaki Lima (PKL) tahun ini. “Tujuannya agar berbagai rencana pembangunan tidak melupakan mereka,“ tuturnya.
Tahun ini didata. Jangka panjangnya pada 2015 ada night marker, pasar malam, untuk menampung PKL yang sekarang tercecer di tepi jalan. Kota lebih tertata, tidak macet dan pedagang juga tetap untung.
“Mereka, PKL lama, bukan pendatang baru,” kata Arief Wahyudi, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Rabu 20 Agustus 2014. (Dyah Ayu Pitaloka/Malang)