SOROT 306

Palembang, Kota Emas di Pinggir Musi

Jembatan Ampera, Sumatera Selatan.
Sumber :
  • VIVAnews/Aji YK Putra

VIVAnews - Sungai Musi membelah Provinsi Sumatera Selatan sepanjang 750 kilometer. Kota Palembang termasuk yang dibelah sungai ini.

Warga Palembang memanfaatkan aliran sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti mencuci serta kebutuhan mandi, cuci dan kakus, selain tentu untuk transportasi. Belakangan, sungai terbesar di Sumatera itupun menjadi objek wisata.

Tiap sore, warga menghabiskan waktu di sejumlah tempat di pinggir sungai dan taman-taman kota. “Beberapa taman kota di sini sudah berjalan, seperti Kambang Iwak, Taman Polda dan lainnya sudah menjadi tempat nyaman bagi warga sini,” kata Welly Hadinata, seorang mahasiswa.

img_title Ribuan Dapur MBG Kembali Ditutup Sementara karena Tak Penuhi Sertifikat Higienis

“Hampir tiap hari taman kota selalu dipenuhi oleh warga, baik itu untuk olah raga, maupun tempat nongkrong,” katanya.

Selain terkenal dengan objek wisata sungai,  aktivitas perdagangan di kota ini sangat tinggi. Beberapa pasar tradisional tersebar di berbagai penjuru kota.

Meski aktivitas perdagangan tinggi, sudah tujuh kali kota ini mampu mempertahankan predikat kota terbersih di Indonesia, bahkan sudah berturut-turut sejak tahun 2010-2014.

Tahun 2013, Palembang juga pernah menorehkan prestasi tingkat dunia dengan mendapatkan predikat sebagai kota terbersih yang berwawasan lingkungan se-Asia Tenggara dalam ajang ASEAN Environmentally Sustainable City Award. Penghargaan itu diterima langsung Walikota Palembang, periode 2008-2013  Eddy Santana Putra di Pnompenh, Kamboja dan terkahir di 2014 Palembang mendapatkan Piala Adipura Kencana sebagai kota Metropolitan.

Belakangan, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) menempatkannya pula sebagai satu dari tujuh kota layak huni di Indonesia. Palembang mendapat nilai di atas rata-rata untuk kategori tata kota, ruang terbuka hijau, kebersihan, pengelolaan sampah, dan angkutan. Posisi di bawah rata-rata antara lain untuk kriminalitas dan kemacetan lalu lintas.

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, dengan terpilihnya Palembang sebagai salah satu kota layak huni di Indonesia menumbuhkan suatu kebanggaan besar. Prestasi yang diraih Palembang merupakan kerja keras dari pihak pemerintahan dan masyarakat.

“Kami akan terus berbenah hingga Visi Palembang Elok, Madani, Aman dan Sejahtera (Emas) 2018 dapat terwujud dan Palembang mampu menjadi kota terdepan di Indonesia,” Kata Ratu Dewa kepada VIVAnews,  Rabu  20 Agustus 2014.

Wakil Walikota Palembang Harnojoyo menyebutkan, untuk mempertahankan penilaian Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), pihaknya dalam waktu dekat akan memperbanyak perbaikan rumah yang layak huni.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut