- Antara/ Jafkhairi
![]()
Pemprov menargetkan setiap warga Jakarta memiliki rekening bank masing-masing agar 'Jakarta Less Cash Society' ini terwujud.
Pemprov sudah mulai mendorong semua warganya untuk mengurangi penggunaan uang tunai dan memakai uang elektronik untuk berbagai macam transaksi keuangan seperti pembayaran tiket bus TransJakarta, pembelanjaan kebutuhan hidup sehari-hari, hingga pembayaran zakat dan pemberian bantuan dari Pemerintah DKI. Bahkan di tahun 2015, Pemprov menargetkan setiap warga Jakarta memiliki rekening bank masing-masing agar 'Jakarta Less Cash Society' ini terwujud.
"Kita ini lagi buat sistem terintegrasi. Orang mau naik bus, naik kereta tinggal tap, mau beli buku di book fair, mau beli baju di Jakarta Great Sale juga tinggal kasih kartu. Jadi apa-apa nanti di Jakarta itu enggak usah pakai uang tunai. " ujar Ahok.
Bandung Smart City
Sedangkan Bandung, lebih memilih untuk memberikan kenyamanan pada warganya agar bisa produktif dan menjadikan wilayah ini sebagai Kota Pintar yang Kreatif. Walikota Bandung, Ridwan Kamil bahkan sampai membentuk Dewan Pengembangan Bandung Kota Cerdas untuk membantu mengarahkan dan memantau mimpi besar Bandung Smart City.
Emil sendiri mengaku yakin, gebrakan yang dilakukan Bandung bisa diaplikasikan di seluruh daerah di Indonesia. "Kalau Bandung jadi percontohan, bukan tidak mungkin nanti ada 500 kota/kabupaten menggunakan metode yang sama," jelas Emil.
Dewan ini sendiri dipimpin putra seorang teknokrat legendaris Indonesia BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie. Dengan modal yang dimiliki Bandung, mulai dari suasananya yang nyaman, banyaknya perguruan tinggi berkualitas, serta SDM yang kreatif, konsep smart city bakal dengan mulus diterapkan di Paris van Java. Bandung kata dia, bakal menjadi smart city kelas dunia. Potensi industri kreatif yang digalang kaum muda kota ini diyakininya bakal banyak berbicara di level internasioal.
"Yang kita inginkan Bandung bisa jadi industri level nasional, bahkan Internasional," kata Emil.
Makassar Smart City
Pencanangan Makassar Smart City ini sudah dilakukan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto pada hari pertama ia dilantik sebagai kepala daerah. Menurutnya, konsep kota berbasis ICT (Information & Communication Technology), akan ada model e-Blusukan, untuk menampung aspirasi warga secara online dengan menggunakan aplikasi Cloud. Selain itu pula, ia akan menerapkan e-governance untuk jajaran birokrasinya dari tingkat bawah.