- Antara/ Jafkhairi
"Dalam konsep smart city nanti akan dikembangkan antara lain smart transportation, smart health, smart communications, smart educations dan lain-lain. Smart city ini mengimplementasikan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan kota, taraf hidup warga kota, dan keberlangsungan hidup kota. Salah satu pilarnya ditujukan untuk fasilitas pendidikan masyarakat," urai Danny.
Infrastruktur Broadband
Namun begitu, tidak mudah untuk bisa mengaplikasikan konsep smart city di Indonesia. Pasalnya, dibutuhkan dukungan semua pihak terkait.
Tidak hanya pemerintah tapi juga pemilik infrastruktur. Menurut buku bertajuk ‘Smart Cities in Europe’, Caragliu A dari University Amsterdam mengatakan, sebuah kota dikategorikan ‘Smart’ ketika investasi dalam sumber daya manusia, kehidupan sosial, tradisional dan insfrastruktur moderen (ICT) bisa meningkatkan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan seiring dengan kualitas hidup masyarakatnya dengan cara manajemen sumber daya alam yang bijak melalui partisipasi semua pihak.
Sedangkan ekonom Spanyol, Gildo Seisdedos menyebut konsep dan esensi dari smart city adalah efisiensi. Efisiensi yang berdasarkan kepintaran manajemen dan ICT yang terintegrasi, ditambah partisipasi aktif dari warga. Efisiensi ini akan berpengaruh pada pola pemerintahan baru karena secara tidak langsung melibatkan warga dalam kebijakan publik.
Menanggapi hal ini, Telkom dan Telkomsel menyatakan berkomitmen untuk membantu menerapkan Smart City. Menurut Telkomsel, pembangunan sistem dan sensor smart city, masalah sosial bisa ditekan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat serta efisien. Telkomsel sendiri telah bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk konsep kota pintar ini.
"Diharapkan Smart City Platform dapat diimplementasikan melalui pengembangan bisnis digital, penerapan teknologi machine to machine dan supporting system untuk big data solution," ujar Direktur Network Telkomsel, Abdus Somad Arief.
Nantinya, lanjut Abdus, Smart City Platform yang dibangun akan membentuk suatu sistem terintegrasi yang dapat menciptakan interaksi yang cepat dan tepat sasaran. Interaksi itu melibatkan pemerintahan sebagai penentu kebijakan, masyarakat sebagai komunitas yang perlu mendapatkan pelayanan dan kualitas hidup yang baik, serta Telkomsel yang membangun konektivitas sebagai medium komunikasi dan informasi dalam sistem tersebut.
Di sisi lain, induk Telkomsel, Telkom, telah mencanangkan untuk membantu kota-kota di Indonesia menerapkan Smart City. Setidaknya ada 20 kota yang menjadi targetnya hingga akhir tahun 2014 nanti.
"Proyek pertama telah mulai beroperasi di kota Makassar. Mereka mulai mengoptimalisasikan pengguna sistem teknologi informasi pada berbagai lini, seperti pemerintahan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang efektif, efisien dan transparan," ujar EGM Telkom Divisi Solution Convergence Achmad Sugiarto.