SOROT 320

Kemilau Bisnis Batu Akik

Batu panca warna
Sumber :
  • VIVAnews/Diki Hidayat

"Alat saya, cuma mesin pemotong, gerinda poles, gerinda bentuk, dan serbuk intan untuk finishing”.

Iwa Kartiwa, pemilik Saung Permata Garut, di Jalan Adung, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, bernasib sama. Setiap hari, ia mendapat Rp1 juta, atau sekitar Rp30 juta per bulan untuk jasanya memoles batu akik.

Dia rata-rata mampu memoles 40 buah batu akik. Baik untuk cincin maupun liontin. "Tinggal menghitung saja, 40 buah kali Rp25 ribu, sekitar Rp1 juta sehari," ujarnya kepada VIVA.co.id.

Selain jasa memoles batu, Iwa juga menjual batu akik, atau liontin yang telah jadi, bahan mentah batu akik, dan pengikatnya. Jumlah penghasilan Iwa bisa mencapai Rp50 juta per bulan, bila banyak pembeli.

Selain perajin pengolah batu, kue bisnis batu akik tentunya juga mendatangkan keuntungan bagi kolektor batu yang kini sedang menjadi incaran banyak orang. Itu dialami Gunawan, salah seorang kolektor batu akik giok Nephrite Jade dan batu lumut Indocrase di Lhokseumawe, Aceh.

Kepada VIVA.co.id, dia menuturkan, giok Aceh ini banyak diperoleh di wilayah Nagan Raya, Aceh. Batu giok Nephrite Jade dan batu lumut Indocrase, dijual dengan harga Rp8 ribu per gram, atau sekitar Rp8 juta per satu kilogram. Meski harganya selangit, niat warga untuk mendapatkan batu alam ini sangat tinggi.

“Satu hari itu bisa 15 orang datang mencari batu giok, ada yang datang nyuruh asah di sini, batunya bawa sendiri. Ada juga, beli batu di sini dan diasah di sini," katanya.

Selain giok Nephrite Jade dan Indocrase, salah satu batu akik asal Aceh lainnya adalah Black Onix. Batu ini per gramnya dijual dengan harga Rp27 ribu. Kabarnya, batu ini memiliki khasiat untuk melancarkan peredaran darah.

Selain batu dari Aceh, para kolektor lebih dulu mengenal dan memburu batu Bacan. Nama batu Bacan diambil dari Desa Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, yang merupakan daerah penghasil batu permata.

Adolf Saleky, salah satu akademisi di Universitas Pattimura, Ambon, yang juga mengoleksi puluhan batu Bacan dengan berbagai ukuran dan bentuk, kepada VIVA.co.id, mengatakan, saat ini batu Bacan mulai dikenal masyarakat luas, bahkan hingga diburu para kolektor dunia.

Menurut dia, kondisi itu terpicu kabar bahwa pada suatu pertemuan resmi kepala negara dunia di Bali, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan cenderamata berupa batu Bacan dalam bentuk cincin kepada Presiden Barack Obama.

"Ini yang kemudian membuat batu Bacan ini populer. Awalnya, batu bacan ini tidak dikenal luas, tetapi di Bacan, batu ini dipercaya memiliki kekuatan magis untuk menolak ilmu hitam," terang Adolf.

Sementara itu, Fadli Sabban, pemilik toko "Karya Maluku" mengaku, bongkahan batu Bacan hanya dapat diperoleh dari Bacan, Halmahera Selatan. Dia lebih tertarik dan fokus menjual batu Bacan, karena memiliki peluang bisnis yang menjanjikan dan menguntungkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Pensiun Tak Harus Berhenti Cari Uang, 7 Bisnis Ini Bisa Dimulai Sebelum Usia 60 Tahun
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut