SOROT 325

Mimpi Menginjak Mars

Ilustrasi pendaratan Curiosity di Mars
Sumber :
  • Space.com/Credit: NASA
VIVAnews
img_title Detik-detik Subaru Tabrak Truk di Tol Serpong-Cinere hingga Terbakar, Pengemudi Nyaris Tewas
- Kendaraan robotik yang memiliki enam roda itu akhirnya mendarat di Planet Mars pada 6 Agustus 2012 lalu. Ruang pengendali pada laboratorium populasi jet di Badan Antariksa, Amerika Serikat, NASA tiba-tiba berubah, dari yang semula tegang menjadi penuh sorakan kegirangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Kabar Buruk Persib! 4 Pilar Absen Jelang Duel Hidup Mati Lawan Manila Digger, Ini Kata Igor Tolic

"Agak menggelisahkan, tetapi saya tidur lebih baik tadi malam dibandingkan dua tahun terakhir, karena Curiosity berjalan sendiri sekarang," ungkap kepala insinyur mekanik untuk mengarahkan Curiosity menuju ke Mars, Adam Steltzner.
img_title Kapolri Dinilai Sukses Jadi Sahabat Masyarakat, Pengamat Ungkap Alasannya


Laman VOA News melansir kendaraan robotik atau rover yang dinamakan Curiosity itu sukses didaratkan di Mars. Pengiriman Curiosity seakan mewujudkan harapan banyak orang yang ingin melihat dari dekat permukaan Planet Mars.

Kendaraan robotik itu dinamai "curiosity" untuk menggambarkan besarnya keinginantahuan publik mengenai Planet Mars. Robot yang merupakan fokus utama misi Laboratorium Sains Mars NASA itu seharga US$2,5 miliar atau Rp31 triliun. Sejak diluncurkan November 2011 lalu, kendaraan ini menempuh 570 juta kilometer.

Setelah lima hari berada di Mars, Curiosity mengirimkan gambar panorama berwarna pertama. Gambar diambil dengan menggunakan kamera wideangle yang ditempatkan serupa tiang layar (MastCam).

Kesuksesan pengiriman kendaraan robot ke Mars membuat manusia kini berpeluang besar untuk menjejakkan kaki ke planet merah itu. Terlebih sebelumnya telah ditemukan tanda-tanda adanya kehidupan di Mars.

Para peneliti bermimpi bisa mengirimkan manusia ke Mars pada tahun 2030 mendatang.

Curiosity menemukan adanya sampel gas metana di kawah Gale, lokasi pendaratan Curiosity. Gas metana merupakan salah satu faktor yang mendukung kehidupan selain air. Di sana, terdapat tingkat metana 0,7 bagian per miliar.

Selain gas metana, di kawah tersebut juga ditemukan perchlorate pada sebidang pasir, yakni jenis garam yang berasal dari asam perklorat (HCI04). Materi itu berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme potensial di Mars.

Bukti lainnya yang ditemukan oleh Curiosity adalah bekas danau di daerah Gunung Sharp di Mars. Danau yang diperkirakan telah terbentuk sejak miliaran itu, memberi pertanda bagi para ilmuwan, bahwa planet Merah itu cocok dengan bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Bahkan, bisa menjadi tempat layak huni bagi manusia di masa depan. Para ilmuwan NASA melihat danau tersebut, dulu dapat menampung air hingga lebar sekitar 98 mil atau 154 kilometer dan kedalamannya mencapai 3,5 mil atau setara dengan 5 kilometer. Bekas danau itu ditemukan berada di tengah kawah Gale, Gunung Sharp.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut