SOROT 331

Deru Mobnas Tetangga

Pameran Mobil VW Klasik di Brasil
Sumber :
  • REUTERS/Paulo Whitaker

Namun, karena merupakan mobnas, Proton sedikit mendapat angin segar. Mereka hanya diwajibkan membayar pajak dengan jumlah yang jauh lebih kecil ketimbang pabrikan mobil asing. Tentunya, hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Proton untuk bernapas.

Dewasa ini, ia pun bertekad untuk kembali memajukan Proton dengan berusaha menghadirkan mobil berkualitas agar dapat bersaing dengan banyak rivalnya. Nantinya, Proton akan mulai menghilangkan julukan mobil murah. Karena, untuk memiliki mobil bagus dibutuhkan dana yang besar, dan Proton mengaku siap dengan konsekuensi itu.

"Orang-orang memiliki persepsi bahwa mobil lokal tidak baik. Jadi, sekarang, kami ingin memproduksi mobil yang bisa dijual di seluruh dunia. Tentu saja, ada biaya di sana, tetapi orang-orang tidak mau membayar, karena mereka berpikir bahwa mobil Proton harus murah karena tidak begitu baik. Tapi ketika Anda membuatnya baik, tentu saja, itu tidak akan murah lagi," katanya.

img_title Tinggalkan Esemka, Garasindo Fokus Proyek Motor Listrik

Pabrik Proton

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proton berdiri sejak 1983, Proton awalnya menggandeng Mitsubishi, Jepang. Lalu, perusahaan ini menggandeng Lotus, Inggris. Foto:  www.corporate.proton.com
img_title Esemka Didekati Hendropriyono, Garasindo Mundur Teratur


img_title Garasindo Siap Suntik Esemka Sebesar Rp100 Miliar

Si Kumbang Bavaria yang Melegenda
Siapa yang tak kenal si kumbang dari Volkswagen? Ya, mobil ini merupakan VW Beetle yang kerap dijuluki VW Kodok di Indonesia. Mobil ini memiliki desain unik nan klasik. Kini, mobil itu  diibaratkan sebagian masyarakat sebagai kendaraan tua, yang akrab dengan mogok dan "batuk-batuk" saat dibesut di jalan raya.

Namun, di balik stigma mobil tua, VW Kodok ternyata menyimpan sejarah panjang yang diminati banyak manusia di planet ini. Mobil itu sempat tenar, dan populer hingga menjadi sebuah kebanggaan si pemiliknya.

Seperti dilansir CNN, pertengahan tahun lalu, mobil ini pertama kali diproduksi pada 1937 silam di  Jerman. Awalnya, mobil ini dioperasikan oleh serikat buruh Jerman, sebuah organisasi Nazi. Saat itu, pembuatan mobil bermarkas di Wolfsburg, Jerman.

Pada 1938, Adolf Hitler --pemimpin Partai Nazi-- kemudian mengambil kendali, karena dianggap sebagai proyek yang menjanjikan. Sebab, saat itu harga kendaraan sangat mahal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pabrikan otomotif Jerman saat itu hanya terdiri dari pabrikan mobil mewah, dan rata-rata orang Jerman tidak bisa membeli. Setelah di bawah kendalinya, Hitler kemudian membentuk perusahaan mobil negara yang dikenal sebagai Gesellschaft zur Vorbereitung des Deutschen Volkswagen mbH. Nama itu akhirnya berubah menjadi Volkswagenwerk atau "perusahaan mobil rakyat".
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut