SOROT 337

Menyisir ISIS

Ilustrasi Senjata.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Ayu Pitaloka

Penggeledahan Kediaman Terduga ISIS oleh Densus 88

img_title Tetapkan Garda Revolusi Iran Organisasi Teroris, Teheran: Uni Eropa Salah Strategi
Detasemen Khusus 88 dan aparat Polres Malang Kota melakukan penggeledahan di kediaman salah satu terduga pengikut ISIS di Malang Foto: VIVA.co.id/Dyah Ayu Pitaloka

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan di Sejumlah Kota

Di Jakarta, Sabtu malam, 21 Maret, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri juga menangkap lima orang yang diduga terlibat ISIS. Mereka, M Fachri, Aprianul,  Engkos Koswara, Amin Mude, dan Furqon,  ditangkap di Cisauk, Tangerang; Petukangan, Jakarta Selatan; Tambun, Bekasi; dan Gunung Putri Bogor. Mereka berlima terlibat memberangkatkan 16 warga Indonesia yang tertangkap di Turki dan keberangkatan 21 warga lain yang sudah tergabung dengan ISIS di Suriah.

Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan, lima orang itu memiliki peran yang berbeda. Amin diduga menjadi fasilitator dan pendana yang ingin bergabung dengan ISIS. Dari penggeledahan rumah Amin di Legenda Wisata, Gunung Putri, Bogor, didapatkan beberapa dokumen seperti paspor.

M Fachri berperan membina, mengarahkan, sekaligus merekrut simpatisan ISIS di Indonesia. Fachri juga mengurus pengumpulan serta penyaluran dana untuk kegiatan sukarelawan ISIS. Dia juga yang membuat berita-berita berbau agama.

"Tersangka juga pemilik website www.almustaqbal.net. Yang bersangkutan juga pernah buat dan upload video pelatihan anak oleh ISIS di Youtube," kata Unggung.

Sementara  Koswara merupakan perekrut atau pihak yang mencari calon-calon baru anggota ISIS dari Indonesia. Koswara menggunakan berbagai cara untuk merekrut calon anggota baru ISIS, termasuk iming-iming ekonomi. Indonesia jadi sasaran pengembangan karena merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Kepala Bidang Hubungan Masyaratakat Polda Jatim Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, selain ideologi, motif ekonomi juga menjadi salah satu alasan untuk bergabung dengan ISIS. Tiga terduga ISIS di Malang misalnya, ditemukan sedang terlilit utang atau masalah ekonomi. 

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Irvan Idris menyatakan ada keterkaitan antara ISIS dengan iming-iming umrah gratis atau gaji mingguan. Modus ekonomistis ini menggiurkan. ISIS mengiming-imingi simpatisannya gaji US$2-3 ribu per minggu  atau setara Rp25-39 juta per minggu. "Ini sangat menggiurkan," kata Irvan.

Modus ekonomistis ini dikombinasikan dengan cara kerja sistematis; ada tenaga yang merekrut, propaganda, penyandang dana, hingga fasilitator keberangkatan. Mereka juga cukup kuat dalam jejaring sosial termasuk situs Youtube .

"Sudah ada beberapa organisasi yang menjadi mata rantai ISIS. Mereka sedang menghimpun kekuatan," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Menlu Iran: Demonstran Diperintah Bikin Rusuh Agar AS Bisa Campur Tangan
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut