Menangkal 'Hantu' ISIS

Personel Densus 88 Antiteror Polri.
Personel Densus 88 Antiteror Polri.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Dyah Ayu Pitaloka

VIVA.co.id - Police Line terpasang di sekeliling rumah yang ditempati Aprimul Hendri. Terduga anggota Islamic State Iraq and Syria (ISIS) itu dicokok Detasemen Khusus (Densus) 88 beberapa waktu lalu.

Meski kosong, polisi tampak menjaga ketat rumah itu. Terletak di Jalan Perdana Blok B No 3 RT 05 RW 07, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, rumah dua lantai itu tampak sepi. Hanya lampu depan yang terus menyala.

Sebuah mobil dengan nomor polisi B 1159 GG terparkir di depan rumah yang semua dindingnya dicat warna pink itu.

Meski terkesan mewah, sepertinya si empunya rumah malas merawat halaman dan taman. Rumput liar dan semak belukar tampak menyembul dari belakang pagar yang tertutup rapat.

Aprimul Hendri atau yang biasa disapa Mul ini merupakan salah satu dari lima orang yang dibekuk Densus 88 pada Sabtu, 22 Maret 2015. Pria yang menurut warga pendiam ini diduga merupakan pencari dana untuk memberangkatkan calon anggota ISIS ke Timur Tengah.

Ia diduga menjadi pembina dan perekrut simpatisan organisasi pimpinan Abu Bakar al Baghdadi ini untuk diberangkatkan ke Suriah.

Warga mengatakan, keluarga Aprimul dikenal tertutup dan jarang berbaur dengan tetangga. Selain itu, keluarga ini jarang bertegur sapa dengan warga yang lain. Warga yang menolak disebut namanya ini mengatakan, rumah Aprimul kadang ramai kedatangan tamu.

“Kadang datangnya siang, kadang sore. Kayaknya rapat gitu,” ujar perempuan yang tinggal tak jauh dari rumah yang disewa Aprimul.

Ungkapan senada disampaikan Ketua RT 05 RW 7 Kelurahan Petukangan Selatan, Hidayat Nurwahid. Ia mengatakan, keluarga Aprimul menjadi warganya sejak 19 Januari 2015.

Hidayat mengatakan, Aprimul jarang keluar rumah. Ia hanya keluar rumah jika hendak salat di masjid. Hidayat mengaku menyaksikan saat tetangganya tersebut dicokok polisi.

“Pas ditangkap saya melihatnya. Karena dia melalui pintu keluar kompleks yang dekat dengan rumah saya. Dia keluar gerbang mau salat kayaknya. Ditangkap oleh polisi sekitar jam 16.00 WIB,” ujar Hidayat saat VIVA.co.id berkunjung ke rumahnya, Rabu, 25 Maret 2015.

Meski menjadi ketua RT, Hidayat mengaku tak begitu mengenal Aprimul. Tak ada laporan kepadanya saat Aprimul datang. Aprimul hanya lapor ke pengelola perumahan.

“Pas dia masuk, saya nggak mendapat laporan dari pengelola kompleks. Saya tidak tahu namanya, karena tidak melapor ke RT sejak mulai mengontrak,” Hidayat menambahkan. “Setelah ditangkap baru saya tahu namanya dari pengelola kompleks.”

rumah isis

Halaman Selanjutnya
img_title