SOROT 351

Nikmat Shaum di Negeri Minoritas

Maldives, negara indah ini sedang dilanda krisis politik.
Sumber :
  • maldives.com
Suasana tarawih di KBRI Dhaka
img_title Puasa Seru Mancanegara
Suasana Tarawih warga negara Indonesia di KBRI Dhaka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title Mualaf Berpuasa di New York
Faktor keamanan menjadi salah satu alasan, mengapa jarang masyarakat Indonesia bertemu untuk buka puasa bersama. "Sebelum puasa, ada orang Indonesia yang apartemennya dibongkar maling. Lalu ada staf lokal yang dirampok saat pulang kantor. Dia naik rikshaw atau becak," ujar Fitri.
img_title Saat Matahari Tak Kunjung Terbenam

Menurutnya situasi Bangladesh cukup kacau, dengan kesenjangan yang mencolok antara si kaya dan miskin. Ada kalangan yang sangat kaya, sehingga anak-anak mereka disekolahkan ke luar negeri. Sementara di sisi lain adalah masyarakat yang sangat miskin. "Di jalan banyak gembel, tidur di jalan-jalan."

Selama Ramadhan masyarakat Bangladesh hanya berbuka puasa dengan keluarga besarnya. Tidak ada perhatian khusus untuk masyarakat miskin, yang biasanya akan berkumpul di depan masjid-masjid jelang waktu buka puasa.

Bagaimana dengan Sri Lanka? Muslim di Sri Lanka, muslim bukan mayoritas. Namun jumlahnya menurut Zulkifli cukup signifikan, terutama di ibukota Kolombo, sehingga mereka memiliki majelis ulama untuk menentukan waktu berpuasa.

"Di Kolombo, gubernur dan walikotanya beragama Islam. Mereka (komunitas Muslim Sri Lanka) sering menggelar acara buka puasa bersama, biasanya di hotel-hotel mewah. Bahkan yang terbesar digelar presiden Sri Lanka," ucapnya.

Suara adzan juga dapat terdengar dari masjid-masjid di pemukiman Muslim. Hanya pada 2013 pemerintah Sri Lanka mengeluarkan kebijakan kontroversial, dengan larangan pencantuman kode halal.

"Umumnya bulan puasa aman. Sentimen ada, tapi umumnya terjadi di luar Kolombo, bahkan kadang-kadang cukup radikal juga. Konflik biasanya melibatkan garis keras, seperti ormas di Indonesia," kata Zulkifli.

Kelompok garis keras di Sri Lanka populer dengan nama Buddhi Balasena, yang artinya pasukan pembela Buddha. Tapi berbeda dengan di Myanmar, kelompok itu hanya melakukan gangguan, tidak sampai membunuh.

"Gaya-gaya ormas," ujar Zulkifli, merujuk pada salah satu ormas agama di Indonesia, yang kerap melakukan aksi meresahkan. Di Sri Lanka, kelompok itu memusuhi Kristen dan Islam yang menjadi minoritas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Banyak orang Sri Lanka yang malu dengan ulah Buddhi Balasena. Sebagian orang menduga kelompok itu didukung figur yang kuat, mengarah pada keluarga mantan presiden Sri Lanka.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut