SOROT 357

Tangis Said, Pahlawan Perakit Bom

Said bin Isnan dan Amanati Prasodjo
Sumber :
  • VIVA.co.id/Hadi Suprapto
tangga menuju rumah said bin isnan
img_title 5 Motor Matik Bekas Tahun Muda di Bawah Rp10 Juta
Tangga untuk menuju rumah veteran Said bin Isnan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tangga curam ini, Said pernah jatuh, dua tahun lalu. Jatuh itu mengubah nasibnya. Kakinya tak bisa digerakkan lagi dan tubuh bagian bawah lemas. “Sepertinya, tulang ekornya patah,” kata Ati, panggilan adik kandung sosiolog kondang Imam B Prasodjo itu.

Sepekan dua pekan, dia hanya tinggal di tempat tidur. Tak bisa ke mana-mana. Malah, pandangannya mulai buram. Tak sampai sebulan, Said benar-benar buta. Jadi lengkap: buta dan lumpuh.

“Seperti kucing, kalau sakit tak diobati,” kata Ati. “Ini nasib para perebut kemerdekaan Indonesia.”

Sejak saat itu, seluruh kebutuhannya disiapkan istri. Tapi, jangan dikira istrinya sehat. Istrinya juga buta. Sesekali kalau butuh ke Kantor Pos untuk ambil uang pensiun diantarkan  anak angkatnya. Mereka tak punya anak kandung.

Ati mengatakan, saat pertama kali bertemu dengan Said pada akhir 2014, kondisinya sangat memprihatinkan. “Ibu Said sibuk cari minum, tapi menabrak-nabrak tembok.”

Sedangkan Said hanya bisa ngesot mendekati. Tak ada kursi roda di rumahnya. Jangankan kursi roda, buat buat makan saja sulit. Uang jasa veteran Rp1,2 juta hanya cukup untuk bayar kontrakan rumah dan, sebisa mungkin, membeli sedikit kebutuhan lain.

“Rumahnya jauh dari layak huni. Gelap. Lantai dan temboknya  sudah retak-retak,” ujar Ati.

Akhirnya, Sahabat Veteran yang berisi perkumpulan  pecinta veteran memberi donasi, membedah rumah Said. Sayang, saat malam menjelang renovasi,  istri Said meninggal. Serangan jantung.

Said merasa kehilangan. Teman hidup satu-satunya sudah tiada. Tinggal sebatang kara. “Rumah sudah bagus, tapi istri tidak ada. Pilih istri  atau rumah bagus ya,” kata Ati menirukan Said. Begitu, Said sering termenung di kontrakan yang sudah direnovasi itu.

Sayang, nasib mujur belum memihak Said. Baru beberapa bulan menempati rumah kontrakan baru itu,  dia terkena longsor. Rumah dan gerabahnya hancur.  Dia tambah miskin.

Entah di mana kesalahannya, Presiden Joko Widodo pernah mengkaim kesejahteraan veteran tak perlu dipersoalkan lagi. Sebab, segala aturan telah dibuat dan tinggal melaksanakan saja saja. "Undang-undang sudah ada, Keppresnya sudah ada, PP juga sudah ada," ujarnya.

Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 67 Tahun 2014. PP ini yang menjadi aturan pelaksana UU No. 15 Tahun 2012 tentang Veteran RI.

PP tersebut mengatur, setiap bulan negara memberikan dana kehormatan sebesar Rp1,4-1,6 juta kepada legiun veteran, sesuai dengan golongan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat perayaan Hari Veteran pada Selasa 11 Agustus juga mengatakan bahwa sudah sepantasnya generasi muda menghargai  para veteran. "Kalau dulu taruhannya jiwa raga, sekarang taruhannya cuma kerja keras," kata JK. Karenanya, pemuda harus meniru perjuangannya.



Terlepas dari aturan kesejahteraan veteran itu, hujan deras yang menyebabkan tebing longsor dan menimbun rumah sudah membuat trauma berat Said. Horor, tebing longsor, buta, dan lumpuh. Tak bisa lari. Tangis meledak, tapi pita suaranya sudah tak mendukung. Lirih.

“Lalu, malam itu juga saya ajak ke kontrakan saya,” kata Cucu Herawati, anak angkat Said. “Bapak digendong tentara.”

Sejak saat itu dia dipindah ke rumah kontrakan Cucu juga yang masih di Ciwaringin, 1 km dari kontrakan Said.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Bilal Hasan Guncang UFC, Petarung Amerika Serikat Bisa Jadi Korban Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut