Sumber :
- VIVA.co.id/Tasya Paramitha
Ginting juga berharap agar kebijakan pengetatan buah impor ini diikuti oleh kebijakan lainnya yang berpihak kepada petani. "Contohnya ada kebijakan subsidi buah, dalam arti pemerintah memberikan subsidi jika buah tersebut melimpah di pasaran," katanya.Â
Baca Juga
Kualitas Buruk
Sekretaris Umum Asosiasi Eksportir dan Importir Buah dan Sayur Segar Indonesia, Hendra Juwono, mengakui sejak adanya pembatasan impor buah dan sayuran yang berlaku pada Oktober 2012 silam, berdampak cukup besar bagi pelaku importir dan distributor buah-buahan.
"Dampaknya sangat besar, kita jadi kekurangan buah-buahan impor untuk didistribusikan ke daerah luar kota Jakarta dan seluruh Indonesia. Karena sebagian besar, daerahlah yang menjadi pusat perdagangan buah-buahan di nusantara.
Peraturan Menteri pertanian No. 60/permentan/OT.140/9/2012Â dan Peraturan Menteri Perdagangan No 27/M-DAG/PER/5/2012 telah membatasi importasi untuk buah jenis anggur, apel, pir, jeruk, lemon, jeruk bali, pisang, mangga, nanas, wortel, cabai dan lainnya.
Pembatasan tersebut mengakibatkan biaya distribusi melambung tinggi. "Untuk pencapaian efisiensi distribusi harus dua arah pulang dan pergi. Dan sangat berdampak kepada pemangkasan kepada pekerjanya."
Menurut dia, buah lokal ada pangsa pasar tersendiri begitu juga dengan buah impor. Namun ia mengakui pangsa pasar buah lokal masih lebih tinggi dibanding buah impor.
"Hanya sayangnya, petani buah lokal belum mampu menghasilkan buah-buahan yang baik dan berkualitas. Seharusnya juga sentra buah lokal tidak di satu daerah saja, tapi menyebar sehingga menekan biaya distribusi," ujarnya.
Tak hanya itu, sosialisasi pasca panen kepada petani buah lokal dinilai Hendra juga masih kurang, yang mengakibatkan petani kurang memahami bagaimana membuat buah-buahan yang mereka hasilkan bisa tahan lama.
"Kasihan petani-petani kita banyak hasil panennya yang tidak layak jual karena kekurangan pengetahuan pasca panen dan manajemen distribusi pendingin berantai agar panennya bisa tahan lama," tuturnya. Karena itulah, kualitas buah impor masih jauh lebih baik dari pada buah lokal. Selain tahan lama, rasa juga lebih manis dan terjamin mutu kesehatannya.
Pemerintah juga dinilai kurang mengembangkan penghasil sentra buah lokal yang berskala komersial sehingga menunjang petani Indonesia akibatnya hasilan petani buah lokal menjadi kurang baik.
Halaman Selanjutnya