SOROT 389

Dari Rumah hingga Barang Bekas

Bangunan rumah hasil program bedah rumah yang diprakarsai komunitas Zona Bombong. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian
Sumber :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Sejauh ini, Zona Bombong belum memiliki standar rumah yang dibangun untuk warga. Biasanya, bentuk dan luas rumah tergantung kebutuhan dan jumlah orang yang tinggal di dalamnya. Meski demikian, secara umum model rumah yang dibangun sama.

img_title Penuhi Kebutuhan Pasar, NexAI Fokus Penuh Jadi Penyedia Infrastruktur Digital

Ketua Zona Bombong, Andien Fardin, mengatakan Bedah Rumah merupakan salah satu program komunitas yang ia pimpin. Menurut dia, tiap bulan Zona Bombong menargetkan membangun dua rumah untuk orang miskin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tiap rumah dianggarkan Rp15 juta,” ujar dia kepada VIVA.co.id, Selasa, 15 Maret 2015. Meski menelan dana tak sedikit, komunitas ini tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

img_title Menko Yusril Bantah Tulis Buku 'Islam Ala Prabowo': Hanya Diwawancarai

Selama ini, dana diusahakan oleh jemaah secara mandiri dan sokongan sejumlah donator tidak tetap. “Kami juga tidak menyebar proposal untuk meminta bantuan,” Gus Ajir menegaskan.

Tak jarang, keuangan komunitas ini minus dan harus menanggung utang saat sedang mengerjakan pembangunan rumah. Meski demikian, selalu ada jalan, sehingga kekurangan tersebut selalu bisa ditutup. “Allah akan membantu hambaNya yang memikirkan saudaraNya.”

img_title Bakal Ada Hujan Lebat di Sumatera Hari Ini, BMKG Sebut Juga Disertai Petir

Selanjutnya...Sedekah Barang Bekas

Sedekah Barang Bekas

Namun, program Bedah Rumah ternyata masih menyisakan persoalan. Banyak warga yang sudah dibangunkan rumah tapi bingung karena tak ada isinya.

“Kadang mereka nggak punya tempat tidur. Bahkan ada yang tak punya peralatan memasak,” ujar Gus Ajir.

Berangkat dari kondisi itu, Zona Bombong meluncurkan program baru yang bernama Debabe atau Sedekah Barang Bekas.

Awalnya, program ini dimaksudkan untuk membantu warga yang tak memiliki apa pun saat rumahnya selesai dibangun. Namun, pada akhirnya program ini berkembang dan tak hanya menyasar warga yang mendapatkan bantuan rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendiri Zona Bombong yang berkecimpung di program ini, Uung Ferry (31), menjelaskan, selama ini banyak barang di rumah warga yang tak terpakai. Menurut dia, daripada memenuhi gudang atau ruangan di rumah, lebih baik barang itu disedekahkan.

Zona Bombong tak membatasi barang bekas yang akan disedekahkan. “Barang apa pun kami terima, selama masih bisa dipakai atau masih bisa diperbaiki,” ujar Uung kepada VIVA.co.id, Kamis, 17 Maret 2016.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut