SOROT 407

Merajut Mimpi ke Olimpiade Rio

Kontingen Olimpiade Indonesia
Sumber :
  • ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Eko Yuli Irawan Raih Perunggu

img_title Ketum KOI: Angkat Besi Cabor Andalan Indonesia

Cabang olahraga angkat besi masih mengandalkan Eko Yuli Irawan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Untuk Olimpiade 2016, Indonesia mengirim 28 atlet. Tidak hanya untuk cabang bulu tangkis dan angkat besi, ada pula atlet panahan, atletik, sepeda, renang, dan dayung. Mereka ini orang-orang pilihan - baik yang sudah disaring lewat kejuaran pra-kualifikasi Olimpiade maupun yang sudah dinilai punya potensi besar mendapat medali. 

Jalan Terjal

Meraih prestasi di ajang sekelas Olimpiade adalah hal spektakuler, tapi bisa ikut serta saja bisa dikatakan sebuah hal yang luar biasa. Sebab, sebagian besar atlet Indonesia yang akan turun bertanding sebelumnya harus melewati jalur terjal babak kualifikasi.

Maria Londa termasuk atlet Indonesia yang pertama menggengam tiket ke Olimpiade Rio. Turun nomor lompat jauh, dia mendapatkan jatah lolos setelah berhasil menggondol medali emas pada Asian Games 2014 di Incheon.

Masih di cabor yang sama, atletik, Maria Londa akan ditemani Sudirman Hadi yang akan turun di nomor lari 100 meter putra. Berbeda dengan Londa, Sudirman bisa tampil di Olimpiade karena mendapatkan fisilitas wild card.

img_title Michael Phelps Samai Rekor Olimpiade Ribuan Tahun Lalu

Cabor dayung juga mengutus sepasang wakilnya untuk Olimpiade 2016. La Memo dan Dewi Yuliawati berhak meraih tiket menuju Rio setelah masing-masing mereka mampu mecapai final Kejuaraan Dayung Asia-Oceania di Chun-ju, Korea Selatan pada April 2016 lalu.

Pada kejuaraan itu Memo yang turun di nomor single sculls putra berhasil menempati peringkat ketiga. Sama halnya dengan Dewi juga berjuang di nomor putri.

Untuk angkat besi, cabor ini seperti sudah disebutkan di atas, menjadi salah satu andalan setelah bulutangkis. Ada tujuh atlet yang akan berangkat ke Rio baik putra maupun putri. Lima atlet putra yakni, Eko Yuli Irawan, M. Hasbi, Triyanto, I Ketut Ariana, dan Deni. Sementara di nomor putri, ada dua atlet yakni, Sri Wahyuni Agustiani dan Dewi Safitri.

Peraih medali perak di Olimpiade 2015, Triyanto, akan kembali tampil di kelas 69kg bersama nama lainnya, I Ketut Ariana dan Deni. Sementara peraih medali perunggu Olimpiade 2012, Eko Yuli Irawan, juga akan kembali jadi andalan di kelas 62kg, beserta M.Hasbi.

Ketujuh Atlet ini merupakan berhasil lolos ke Olimpiade, setelah tampil maksimal dalam Kejuaraan Dunia 2014 dan 2015, di mana kejuaraan tersebut juga menjadi ajang kualifikasi Olimpiade 2016.

"Tim angkat besi mengikuti 2 kualifikasi olimpiade lewat dua kejuaraan dunia 2014 dan 2015. Dari peringkat secara tim yang kami capai, kami berhasil meloloskan 5 atlet putra dan 2 atlet putri," ujar Manajer Timnas Angkat Besi, Alam Syah.

Cabor panahan kali ini meloloskan empat atlet dari tiga nomor berbeda. Ika Yuliana Rochmawati dan Riau Ega Agatha Salsabila di nomor recurve perorangan putri dan putra menyambar tiket Olimpiade 2016 setelah mereka mencatat prestasi pada Kejuaraan Dunia Panahan 2015 di Denmark. Sedangkan satu tiket lain digenggam oleh tim panahan beregu putra, Riau Ega, Muhammad Hanif, dan Hendra Wijaya usai pada Juni 2016 lalu menyabet medali emas dalam kejuaraan di Turki.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut