SOROT 407

Merajut Mimpi ke Olimpiade Rio

Kontingen Olimpiade Indonesia
Sumber :
  • ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Atlet panahan Indonesia, Ika Yuliana (kiri) dan Riau Ega Agatha

img_title Al-Deehani, Atlet Tanpa Negara Pertama Raih Emas Olimpiade

Cabang olahraga panahan meloloskan empat atlet dari tiga nomor berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cabor balap sepeda (BMX Supercross) yang mengutus satu atlet sebenarnya hampir saja tidak ikut Olimpiade 2016. Cabor ini telah dicoret dari daftar 13 cabor yang akan diberangkatkan. Namun, dengan perjuangan dan pembuktian, PB. ISSI selaku induk federasi olahraga sepeda tertinggi di Indonesia, sukses meloloskan wakilnya.

Hal ini dijelaskan oleh Raja Sapta Oktohari - Chef de Mission atau Kepala Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Rio. Okto - yang juga memimpin Pengurus Besar Persatuan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) - menceritakan secara singkat perjalanan Toni Syarifudin lolos ke Brasil. Dimulai dari menggelar kejuaraan BMX di Siak (Riau) dan Banyuwangi, setelah itu mengikuti kejuaraan dunia di Kolombia bulan Maret lalu, Toni lolos secara dramatis.

Okto juga menceritakan sebelumnya PB. ISSI justru fokus kepada atlet wanita, Elga Kharisma. Namun, setelah mengikuti beberapa ajang, PB. ISSI justru lebih memilih memberangkatkan Toni.

"Sebelum kita berangkat pra-kualifikasi di Kolombia, kami berpikir untuk coba menjemput bola. Kami menggelar kejuaraan di Siak dan Banyuwangi agar kami terus meningkatkan poin. Dari situ poin kita terus meningkat. Performa Toni terus melonjak secara signifikan," kata Okto.

Indonesia akhirnya lolos ke Olimpiade, lewat sistem kuota. Indonesia mengisi kuota kosong yang sebelumnya ditunjukkan untuk Brasil sebagai tuan rumah. Sebab, Brasil yang memiliki poin cukup sudah lebih dulu dipastikan lolos.

Terakhir adalah cabor renang, Glenn Victor dan Venisia Yessy Yosaputra dipercaya oleh PRSI untuk mewakili Indonesia di Olimpiade 2016. Glenn yang akan turun di nomor 100 meter gaya punggung putra dan Yessy di nomor 200 meter gaya punggung putri mendapatkan wild card dari FINA (federasi renang dunia).

Target Realistis

Bicara soal target, menurut Okto, Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) serta Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) pernah menyampaikan bahwa target di Olimpiade 2016 ini adalah dua emas. Okto juga mengatakan kalau target tersebut bisa tercapai dan tugasnya sebagai CdM adalah memaksimalkan perforam para atlet yang turun bertanding nanti.

"Saya sudah beberapa kali dengar (target) dua emas. Karena itu disampaikan langsung oleh Satlak Prima dan Kemenpora juta, bahwa targetnya dua emas. Saya kira memiliki target itu bisa-bisa saja, tentunya saya selaku CdM dan tim yang akan terlibat akan memaksimalkan performa para atlet. Para atlet ini kami terima dengan kondisi yang sudah matang, tinggal dijaga supaya saat sampai di sana (Rio de Janeiro) jangan sampai basi. Kalau diibaratkan sebagai barang yang sudah matang, kalau salah dijaga ya bisa basi, busuk, dan tidak ada gunanya lagi," ungkap Okto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Tak Raih Medali, Dewi akan Kejar Peringkat Terbaiknya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut