- Dok: Royal Enfield
Di antaranya suhu dingin yang ekstrem, kandungan oksigen yang minim dan salju yang kerap longsor secara tiba-tiba. Dilansir dari
Dua orang Indonesia pertama yang berhasil mencapai puncak Everest adalah Kopral Satu Asmudjiono dan Kopral Satu Misrin dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pendakian itu sendiri atas prakarsa Komandan Jenderal Kopassus yang juga menjabat sebagai Koordinator Pendakian Nasional kala itu, Mayor Jenderal Prabowo Subianto - Komandan Jenderal Kopassus.
Mereka melakukan pendakian pada 1997 silam dan menjadi pendaki ke 662 serta 663 yang sukses menapakkan kaki di puncaknya. Kemudian pada 2009, tiga pendaki yang tergabung dalam Indonesia Seven Summits Expedition berhasil mencapai puncak Everest.
Tempat Wisata Terbaik
![]()
Berada di ketinggian sekitar 3000 meter dpl, Ladakh merupakan salah satu wilayah pemukiman tertinggi di dunia
Meski berada di pegunungan, bukan berarti kota-kota yang ada di wilayah Himalaya tidak menarik untuk dikunjungi. Bahkan, beberapa kota disebut-sebut sebagai salah satu tempat wisata terbaik yang ada di dunia.
Salah satunya adalah Ladakh. Wilayah Ladakh berada di bagian Utara Kashmir dan berada di ketinggian sekitar tiga ribu meter dari permukaan laut. Menjadi salah satu wilayah pemukiman tertinggi di dunia, tidak banyak pohon yang tumbuh di wilayah ini.
Meski demikian, Ladakh menawarkan pemandangan alam yang tidak boleh dilewatkan. Kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Leh.
Dilansir dari Travel.india.com, Ladakh menjadi contoh tempat dimana warga yang memeluk Buddha dan Islam dapat hidup berdampingan. Ladakh dibangun oleh Nyima-Gon, pangeran Tibet yang kurang setuju dengan ajaran Buddha di kerajaannya, pada tahun 842.
Salah satu jejak Tibet yang kental terlihat di Leh adalah istana keluarga raja. Istana ini memiliki tujuh lantai dengan pemandangan langsung ke arah kota dan pegunungan. Istana Leh dibangun mirip dengan Istana Potala, kediaman Dalai Lama zaman dulu.
Saat ini, museum yang berada dalam istana digunakan untuk menyimpan berbagai benda peninggalan Dinasti Namgyal, penguasa wilayah Ladakh zaman dulu.