- ANTARA/Rony Muharrman
Pemerintah desa memberikan bantuan bibit jelutung rawa dan merica yang sekarang dikelola kelompok tani. Desanya sudah dua kali mendapatkan bantuan bibit Jelutung Rawa melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun 2012 dan 2013. “Total bibit untuk dua ratus hektare,” katanya.
90 persen penyebab kebakaran lahan gambut adalah manusia, sisanya baru alam. Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Terakhir, di tahun 2014 kembali mendapatkan bantuan 50 ribu bibit Jelutung Rawa dari program Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang saat ini sedang dikelola Kelompok Tani Senang Jaya. Sedangkan dua program RHL sebelumnya untuk bibit Jelutung Rawa dikelola Kelompok Tani Pagar Indah 1 dan 2.
Nelvy menjelaskan, Hutan Desa Sungai Beras merupakan bagian dari Hutan Lindung Gambut Sungai Buluh. Lokasinya berdampingan dengan Hutan Desa Sinar Wajo dan Pematang Rahim. “Hutan Desa Sungai Beras juga dikelilingi perusahaan perkebunan sawit dan akasia,” katanya.
Pemerintah Desa Sungai Beras berupaya mencari pasar baru untuk hasil getah jelutung rawa dan merica. “Setiap pertemuan dengan pihak kecamatan dan kabupaten, saya selalu menyampaikan agar dukungan pemerintah tidak hanya terhenti di pemberian bibit saja tapi juga sampai ke penjualan hasil pertanian ramah lahan gambut ini,” ujarnya.
Nelvy berharap merica dan getah jelutung rawa yang dihasilkan petani tidak hanya beredar di pasar lokal. Nelvy berangan-angan mengekspor hasil jerih payah kelompok tani. “Sampel getah Jelutung Rawa sudah kami kirim ke Korea. Namun, belum mendapatkan penawaran harga yang baik,” katanya lagi.
Saat ini kata Nelvy, pemerintah desa dan kelompok tani sedang mempersiapkan pola pembagian hasil saat panen jelutung rawa dan merica. Sebab, hasilnya nanti akan dibagi ke desa dan kelompok tani. “Berapa persen pembagiannya masih dalam pembahasan,” ujar Nelvy.
Lahan Gambut Tersisa
Berjalan kaki sekitar lima menit dari hutan desa menuju perkebunan warga, terdapat pertanian terpadu lebah madu yang sudah lima bulan dijalankan kelompok tani Senang Jaya. Bejo, Hamid, dan Waha membawa viva.co.id berjalan di antara pohon-pohon pinang dan kelapa milik warga, menyusuri kanal-kanal kecil, menuju kotak-kotak yang merupakan sarang lebah madu. Ada 30 kotak lebah madu berdiri di atas tonggak dari batang kayu setinggi 1,5 meter. Terlihat kerumunan lebah memenuhi lubang-lubang di kotak.