Indonesia juga patut berbangga karena pada ajang World Halal Tourism Awards 2015 yang digelar di Abu Dhabi, Tanah Air kita menyabet tiga penghargaan halal dari 15 kategori yang ada. Sofyan Hotel sebagai hotel ramah wisatawan muslim, Lombok sebagai destinasi wisata halal terbaik, dan juga Lombok, destinasi bulan madu terbaik.
Indonesia pun optimis bisa bersaing secara global dalam pasar wisata halal. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sebenarnya memiliki banyak kelebihan dan keuntungan dibanding negara lain. Budaya dan produk yang dihasilkan sudah banyak memenuhi standar halal.
"Kita tinggal memperbanyak hotel, restoran, destinasi halal. Saat ini kita baru punya 200. Di Singapura sudah 2.000 dan Malaysia sudah 5.000 restoran yang bersertifikat halal. Wisatawan sekarang selektif," tambahnya.
Sebagai salah satu upaya mengokohkan wisata halal Indonesia di mata dunia, Kementerian Pariwisata sudah melakukan seleksi untuk mewakili Tanah Air ke ajang World Halal Tourism Awards 2016 di Abu Dhabi Desember mendatang.
Lewat Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 yang diumumkan pada 21 September lalu, pemerintah akan membawa 10 pemenang untuk mengincar penghargaan kompetisi pariwisata halal nasional, bandara ramah wisatawan muslim terbaik, hotel keluarga ramah wisatawan muslim terbaik, resor ramah wisatawan muslim terbaik, dan destinasi bulan madu ramah wisatawan muslim terbaik.Â
Selain itu, pemerintah menyiapkan tiga pintu masuk bagi wisatawan mancanegara ke Indonesia, antara lain Batam, Bali, dan Jakarta. Great Batam untuk masuk ke Aceh dan Sumatera Barat sebagai provinsi dengan destinasi ramah wisatawan muslim terbaik dalam Anugerah Pariwisata Halal Terbaik 2016 tersebut, Bali untuk menuju Lombok yang mendominasi penghargaan pada ajang tersebut, serta Jakarta untuk masuk ke wilayah ibukota dan Jawa Barat.
Didukung dengan amenitas dan pelayanan yang baik, Indonesia sangat optimis bisa menempati posisi pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik sedunia. (adi)
Â