SOROT 420

Mengangkat Kaum Difabel dengan Bisnis Ojek

Bisnis ojek khusus kaum difabel yang dibuka Triyono ini tergolong unik dan belum dilirik banyak pengusaha pada umumnya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita

"Setiap unit hanya dipakai sendiri-sendiri disesuaikan dengan tingkat kecacatan pengemudinya sehingga satu unit tidak mungkin dikemudikan oleh orang-orang difabel lainnya,"ungkapnya.

img_title Demo di DPR hingga Monas Hari Ini, Ini Rute Alternatif untuk Hindari Macet

Menurutnya dengan sistem pemesanan secara online, telepon WhatsApp atau melalui aplikasi kemudahan para pengemudi ojek online difabel ini untuk mendapatkan pesanan meski semua pesanan pendistribusiannya masih ditangani dari operator di kantor Difa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Makanya hampir semua unit armada ojek difabel online ini stand by atau menunggu calon penumpang di kantor Difa bukan mangkal disembarang tempat atau berkeliling mencari konsumen,"ungkapnya.

img_title Sumpah Pemuda 2026: Pemerintah Perluas Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas

Dalam satu hari kata Triyono para pengemudi ojek difabel ini paling sedikit mendapatkan satu pesanan namun tidak menutup kemungkinan mendapatkan empat kali pesanan.

"Dulu kalau cari uang Rp 10 ribu saja susah. Sekarang minimal kera Rp 20 ribu didapat bahkan bisa di atas Rp 100 ribu. Nah kita mendapatkan pembagian 30 persen dari pesanan yang dikerjakan oleh pengemudi ojek difabel online itu,"ungkapnya.

img_title Jelang Sumpah Pemuda, Generasi Muda Diingatkan soal Gempuran Budaya Asing

Terasa Manfaatnya

Pria yang segera menikah pada tahun 2017 ini mengaku untuk merakit ojek motor untuk difabelkan kepada para pembuat las berlangganan di Kawasan Padokan, Bantul dan rakitannya sudah sesuai standar keamanan dan tidak melanggar aturan dari Dishub. "Pengemudi ojek difabel online semuanya juga memiliki SIM D sehingga tidak bermasalah dengan kelengkapan berkendara," terangnya.

Usaha ojek Triyono ini dirasakan betul manfaatnya oleh sesama kaum difabel di Yogyakarta. Aris Wahyudi dulunya seorang penjual buah dengan penghasilan tidak sampai Rp50 ribu per hari. Namun sejak menjadi pengojek difabel, nafkahnya meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sekarang saya bisa bawa pulang paling sedikit Rp50 ribu setiap hari, dan rata-rata Rp100 ribu. Jadi ada kenaikan," kata Wahyudi, yang juga kaum difabel, kepada Reuters .     

Penumpang yang juga difabel pun mengaku sangat terbantu dengan ojek khusus ini. “Saya pilih ojek difabel ini karena membuat saya merasa nyaman. Pengojeknya kaum difabel, begitu juga saya,” kata Yuli Siswanto, yang kehilangan salah satu kakinya setelah kecelakaan sepeda motor beberapa tahun lalu. "Jadi kita bisa percaya satu sama lain," lanjut Yuli.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Ada Demo Hari Ini, Polri Beri Peringatan Tegas soal Provokasi

Di tengah rencana demonstrasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada hari ini, Rabu (28/10/26), Polri menta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

img_title
VIVA.co.id
28 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut