- VIVA.co.id/Daru Waskita
Maka, pria kelahiran Yogyakarta 34 tahun yang lalu itu yakin sekali bahwa ojek difabel ini punya prospek bisnis yang bagus. Ojek khusus difabel ini baru pertama kali ada di Yogyakarta, bahkan bisa jadi di dunia.
Bisnis Triyono ini memang sudah mengundang perhatian dunia. Kantor berita internasional sekelas Reuters dari Inggris pun sempat mengulas usaha ojek Triyono itu. Selain itu, media massa online dari Malaysia, The Malay Mail Online, juga memuat kisah-kisahnya.
Kepada VIVA.co.id , Triyono sangat antusias berkisah ihwal awal mula bisnisnya ini. Dia sadar, namanya juga memulai bisnis baru, hasilnya tidak bisa didapat secara instan, bahkan harus melewati rintangan.
Belum ada pabrikan atau karoseri yang mau memodifikasi sepeda motor yang ramah bagi kaum difabel. Semuanya dikerjakan sendiri oleh Triyono dan rekan-rekannya.
"Pada pertengahan tahun 2015, saya membuat tiga unit ojek khusus difabel. Namun masalah klasik datang, para orang difabel enggan keluar karena tidak ada biaya,"ujar Triyono, Rabu 26 Oktober 2016.
Tapi dia tidak mudah menyerah. Triyono kembali memikir otak agar teman-temannya tetap bisa bekerja sebagai tukang ojek khusus difabel dengan mendaftarkan sebagai anggota ojek online. Namun tidak bisa karena tidak memenuhi syarat.
"Dari situ justru saya menerapkan sistem ojek online untuk diterapkan bagi orang-orang difabel dengan membentuk usaha Difa City Tour And Travel," kata Triyono. Dia mengaku punya strategi dalam menjalankan bisnisnya ini.
"Di Difa City Tour and Travel, keinginan kita bukan sembarang ojek, namun ojek yang melayani perjalanan ke obyek-obyek wisata di Yogyakarta,"ungkapnya.
Dalam perkembangannya pria lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret itu mengaku mengembangkan usaha dengan empat layanan yang bisa dinikmati oleh konsumen yaitu transportasi, kargo, pijat dan wisata kota.
"Ternyata usaha terus berkembang hingga akhir 2015 pada bulan Desember Difa City Tour And Travel resmi dilounching dan punya kantor di kawasan Pakualaman, Yogyakarta,"ungkapnya.
Hingga bulan Oktober 2016 ini kata Triyono armada ojek online sendiri. Saat ini sudah terdapat 18 armada dengan jenis ojek online untuk difabel biasa dan ojek online untuk difabel yang harus menggunakan kursi roda.