SOROT 430

Banyak WNI Tergiur Kerja di Negeri China

Aktivitas pekerja di Indonesia
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Keinginan mendapat penghasilan yang lebih besar itu yang membuat Nusron menyangsikan adanya serbuan tenaga kerja asal China di Indonesia. “Secara filosofis, migrasi pekerja itu dari kawasan yang gajinya rendah menuju yang gajinya lebih tinggi. Apa ada tukang batu dari Jakarta migrasi ke Blitar? Jelas tak mungkin, karena tujuan migrasi yang dicari pasti pendapatan yang lebih tinggi. Sama halnya tidak mungkin ada migrasi dari China ke Indonesia. Sebab pendapatan di China lebih tinggi dari pada  di Indonesia,” ujar Nusron.

img_title KPK Dalami Pengakuan Staf Ida Fauziah Terima Uang hingga Tiket Blackpink

Baik Hanif maupun Nusron mencium aroma tak sedap dari kuatnya isu serbuan tenaga kerja tersebut. Keduanya curiga, isu ini memang sengaja dihembuskan “Hanya di Indonesia ini, isu TKA China ini dipolitisasi seolah-olah menjadi ancaman besar,” ujar Hanif. Namun Hanif menolak melanjutkan dugaannya tentang siapa yang mungkin “menggoreng” isu ini. “Itu tugas anda sebagai jurnalis untuk mencari tahu,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair

img_title KPK: Eks Sekjen Kemenaker Diduga Terima Uang Rp12 Miliar dari Agen TKA

Para pencari kerja berjalan menuju acara Job Fair di Istora Senayan, Jakarta, Senin, 15 Agustus 2016. (VIVA.co.id/M Ali Wafa)

Sementara Nusron berkomentar lebih tajam. Menurutnya, sebenarnya respon masyarakat terhadap TKA asal China sebenarnya dingin, tapi dipanasin gara-gara media sosial. “Momentumnya bertepatan dengan Ahok, sehingga dihembuskan sentimen anti china,” ujarnya.

img_title Warga RI Siap-siap! Jepang Bakal Buka Pintu Lebar untuk Pekerja Asing, Target Lebih dari 1 Juta Tenaga Kerja

Nusron berpendapat, sebenarnya ujung-ujungnya yang ditolak adalah sentiment anti investasi China, karena mereka berminat membangun proyek-proyek di Indonesia. Nusron melihat China lebih agresif dibanding Jepang, Korsel, Eropa, dan Amerika. Selain itu China juga tak mengajukan permintaan yang aneh-aneh dibanding negara lain.  “Pasti ada yang marah. Siapa yang marah? yang suka bawa investor selain China. Sebab tidak dapat peranan. Bikinlah isu yang macam-macam,” ujar Nusron.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hanif meminta agar pembicaraan soal tenaga kerja China tak menerus “digoreng” oleh media. “Sebagai Menteri Tenaga Kerja, saya tahu jumlah Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri jauh lebih banyak dibanding jumlah tenaga kerja China di negara ini,” ujarnya.


(ren)

SKB 3 menteri soal perizinan tenaga kerja asing.

Perizinan Tenaga Kerja Asing Dipermudah Demi Genjot Investasi, Intip Aturan Mainnya

Integrasi bertujuan memberikan layanan publik yang efektif sekaligus memastikan penggunaan tenaga kerja asing sesuai kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut