- Bimo Aria/VIVA.co.id
VIVA.co.id – Jam di pergelangan tangan belum menunjukkan angka 10.00, Sabtu pagi, 25 Maret 2017, salah satu barbershop premium di mal elite kawasan Bundaran Hotel Indonesia sudah bersiap buka. Shortcut Barberia, tempat tukang cukur langganan pemimpin negeri ini memang tak terlalu besar, namun memiliki desain interior yang sedap dipandang mata.
Nuansa British industrial sangat terasa dari pemilihan warna yang didominasi cokelat dan putih, lengkap dengan berbagai ornamen frame berunsur klasik. Sebuah etalase penuh dengan pomade dan minyak rambut tampak tertata rapi di dalamnya, menemani empat kursi yang ditata seperti huruf L, dengan tambahan satu kursi tempat mencuci rambut.
Seorang pelanggan tampak menunggu tukang cukur favoritnya melayani. Si tukang cukur itu juga tukang cukur favorit Presiden Joko Widodo. Â
Namanya mirip pemain film era 80-an, Herman Pelani. Ia putra asli Garut, tepatnya dari kampung lahirnya para maestro tukang cukur Indonesia, Banyuresmi. Tampil sederhana sedikit nyentrik, Herman mengenakan seragam putih hitam, dilengkapi topi fedora warna nude.
Sambil memasangkan kain, Herman membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar sang pelanggan, dan kemudian berlanjut dengan obrolan ringan. Sambil berbincang, dia mengerjakan tugasnya dengan cekatan. Â
Dan saat VIVA.co.id menunggu Herman menyelesaikan pekerjaannya, owner Shortcut Barberia, Marcello Decaran, berbagi sedikit cerita mengenai sosok tukang cukur yang sudah menjadi langganan Jokowi selama lebih dari tiga tahun tersebut. Herman menjadi tukang cukur Jokowi sejak masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Perkenalan dengan Jokowi dimulai dari putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang kerap memangkas rambut di Shortcut, Grand Indonesia. Dari sana, kisah Herman sebagai tukang cukur Jokowi dimulai.
Sekitar tahun 2013-2014, seorang ajudan Jokowi melalui sambungan telepon meminta tukang cukur Shortcut datang ke rumah dinas Jokowi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Sejak itu, tiap bulannya, Herman dipilih Marcello sebagai tukang cukur khusus presiden kelahiran Solo tersebut.
"Saya memilihnya karena dia yang paling senior di sini dan karena potongan pertama, Pak Jokowi merasa cocok, jadi kami mendelegasikannya ke Herman," katanya.