- REUTERS/Alexandre Meneghini
Werner terus bertanya, apa peran Bogachev di pusaran pergantian pemimpin Negeri Paman Sam. Sarapan Werner berakhir dengan 'hantu' penasaran.
Selanjutnya, Buron Paranoid Nomor Wahid
Buron Paranoid Nomor Wahid
Jejak Bogachev memang sudah dirintis sejak lebih dari satu dekade lalu. Hacker berkepala plontos ini merupakan otak di balik munculnya program komputer botnet GameOver Zeus. Program yang dirancang untuk mencuri password dan nomor rekening akun perbankan korbannya.
Laman New York Times menuliskan, Bugochev mengembangkan GameOver Zeus dengan dibantu setengah lusin gengnya. Geng ini menamakan diri sebagai Business Club.Â
Hidupnya memang gelap dalam dunia peretasan. Dia lebih suka beroperasi secara anonim dengan nama layar slavik, lucky12345, pollingsoon. Dia berusaha menjaga identitasnya bahkan dari rekan bisnisnya. Tak pernah bertemu dengannya secara langsung atau mengetahui nama aslinya.Â
![]()
Evgeniy Mikhailovich Bogachev menjadi buronan FBI. (www.fbi.gov)
Supervisor Biro Penyelidik Federal (FBI), J. Keith Mularski yang menyelidiki Bogachev mengatakan, hacker Rusia itu sangat paranoid. "Dia tak mempercayai siapa pun," ujar Mularski.Â
Menurut laporan New York Times, Bogachev di Amerika Serikat telah didakwa menciptakan jaringan komputer yang terinveksi virus secara luas, untuk menyedot ratusan juta dolar AS dari rekening bank di seluruh dunia.Â
Targetnya juga lengkap, mulai dari perusahaan pengendali hama di North Carolina, Departemen Kepolisian di Massachusetts hingga ke suku asli Amerika di Washington.
Bogachev juga disebutkan mengendalikan lebih dari sejuta komputer di banyak negara, sehingga bisa kapan saja mengimpor foto liburan keluarga, proposal bisnis, hingga informasi pribadi yang sangat rahasia dari komputer seluruh dunia, yang terinfeksi oleh virus yang ia sebarkan.Â
Laman itu menyebutkan, komputer milik pejabat pemerintah dan kontraktor di sejumlah negara tak luput dari genggaman jari sang hacker tersebut. Jejak Bogachev itu menjadi cermin bagi komunitas intelijen, cara eksploitasi Bogachev mirip dengan operasi senyap intelijen.Â
Maka tak heran Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat sudah melabeli Bogachev sebagai orang berbahaya nomor wahid bagi AS. FBI sudah menyediakan hadiah US$3 juta atau hampir Rp40 miliar bagi siapa saja yang mempunyai informasi untuk menangkap pria asal Rusia tersebut.Â