SOROT 468

Lampu Kuning Ritel Konvensional

Aktivitas pekerja di gudang online Lazada di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

Untuk itu, Miranti menuturkan, perusahaan masih akan terus melakukan ekspansi. Tahun ini, Matahari Department Store telah membuka lima gerai baru dan hingga akhir 2017 akan membuka 1-3 gerai baru lagi. 

img_title Beras Fortifikasi Dipastikan Tak Menggeser Beras Premium, Mendag Budi: Pangsa Pasarnya Beda!

"Sampai 28 September 2017, Matahari masih memiliki 156 gerai. Dan hanya akan menutup dua gerai di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai, bahkan belum memiliki rencana menutup gerai lain," tutur Miranti kepada VIVA.co.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporan keuangan perusahaan yang disampaikan ke PT Bursa Efek Indonesia, beban pokok penjualan dan pendapatan Matahari memang meningkat sekitar 9,8 persen. Per 30 Juni 2017, beban pokok penjualan tercatat Rp2,08 triliun, naik dibanding periode sama 2016 yang hanya Rp1,89 triliun.

img_title Penjualan EV Moncer dan Pelaku Ritel Masih Optimis, Airlangga Bantah Ekonomi RI Tengah Lesu

Namun, tidak tercapainya target pendapatan dari dua gerai yang ditutup, ternyata masih membuat kinerja keuangan Matahari bertumbuh.

Pada semester I-2017, Matahari Department Store mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha Rp5,73 triliun. Perolehan penjualan ini meningkat sekitar 10 persen dibanding periode sama 2016 yang membukukan Rp5,17 triliun.

img_title Menko Airlangga Minta Pengusaha Ritel Modern Bantu Kopdes Merah Putih Permudah Akses Barang Non-Subsidi

Laba perseroan juga masih tumbuh dari Rp1,15 triliun pada semester I-2016 menjadi Rp1,33 triliun pada periode sama 2017.  

Sementara itu, terkait dengan kondisi karyawan saat menutup dua gerai tersebut, Miranti mengatakan, perusahaan akan melakukan pemindahan karyawan ke beberapa gerai lain yang membutuhkan.

Kondisi yang dialami Matahari Department Store, juga dirasakan peritel lain. Faktor lesunya ekonomi hingga kesulitan akses disebut ikut memengaruhi geliat ritel di ibu kota. 

Gerai Ramayana Yang Telah Tutup

Pejalan kaki melewati gerai Ramayana yang sudah tutup di kawasan Siliwangi, Tangerang Selatan. (VIVA.co.id/M Ali Wafa)

Sekretaris Perusahaan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), Setyadi Surya, mengungkapkan, penutupan gerai ritel konvensional adalah hal biasa. Terlebih di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang lesu.   

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Setyadi, saat ekonomi sedang lesu, wajar pula jika ada gerai yang tak mencapai target segera ditutup. Upaya itu dilakukan perusahaan untuk menutup kerugian dan mengurangi subsidi silang.

“Kami pernah mengalami hal itu, tapi yang kami tutup waktu itu adalah counter-nya. Bukan gerainya, gerai sama counter beda ya,” ujar Setyadi kepada VIVA.co.id.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut