SOROT 468

Lampu Kuning Ritel Konvensional

Aktivitas pekerja di gudang online Lazada di Jakarta.
Sumber :
  • REUTERS/Darren Whiteside

"Ke depannya, besar-kecilnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia akan dipengaruhi pada kesiapan ritel konvensional untuk memanfaatkan jalur online," tutur Nazrya kepada VIVA.co.id.

img_title Beras Fortifikasi Dipastikan Tak Menggeser Beras Premium, Mendag Budi: Pangsa Pasarnya Beda!

Dia melanjutkan, dengan kondisi yang terjadi saat ini, ditandai tutupnya sebagian gerai ritel, seharusnya bisa menjadi peluang kerja sama. Untuk memaksimalkannya, pengusaha ritel bisa bekerja sama dengan perusahaan online, sehingga dapat memperbesar penjualan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, online retailer yang memiliki inventory online juga bisa manfaatkan kehadiran toko konvensional untuk memperbanyak produk yang dijualnya. "Ini lah kerja sama saling menguntungkan yang akan memajukan ekosistem digital ekonoml Indonesia di masa depan," ujarnya.

img_title Penjualan EV Moncer dan Pelaku Ritel Masih Optimis, Airlangga Bantah Ekonomi RI Tengah Lesu

Melihat Gudang Penyimpanan Barang e-Commerce lazada

Aktivitas pekerja di gudang toko online Lazada, di Jakarta. (REUTERS/Darren Whiteside)

img_title Menko Airlangga Minta Pengusaha Ritel Modern Bantu Kopdes Merah Putih Permudah Akses Barang Non-Subsidi

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia, Achmad Alkatiri, mengungkapkan, tutupnya beberapa toko ritel konvensional tak lantas disebabkan oleh bisnis online, meskipun dari tahun ke tahun e-commerce tumbuh cukup signifikan.

Menurut dia, kenaikan transaksi di bisnis online lebih didorong oleh mulai perhatiannya masyarakat akan kemudahan berbelanja secara online. Selain itu, dengan online masyarakat tak perlu khawatir, gampang dan enggak perlu datang ke toko.  

Saat ini, Indonesia merupakan negara di dunia dengan potensi e-commerce yang meningkat luar biasa. Bahkan, bisa menyamai India dan China. Dan kondisi yang terjadi saat ini bahkan belum pada puncaknya. 

Untuk itu, dengan maraknya toko ritel konvensional yang tutup saat ini, Achmad berpandangan kondisi tersebut bukan karena faktor saingan, melainkan bisa menjadi upaya untuk bekerja sama.

"Jadi saya bilang sih, seharusnya ini bisa buat kami berkolaborasi dengan teman-teman ritel. Sebab, ritel online adalah salah satu channel yang menjanjikan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat waralaba, Tri Raharjo mengatakan, munculnya bisnis e-commerce saat ini tentunya tak bisa dihindari. Seharusnya peritel konvensional bisa menyikapi dengan membuat bisnis secara online.

Ia mengungkapkan, tutupnya sebagian toko ritel konvensional saat ini tak bisa lepas dari terjadinya shifting market. Terlebih ada indikasi perpindahan pola belanja masyarakat dari biasanya di outlet ke yang lebih fleksibel di rumah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut