SOROT 469

Menggantang Harapan di Jalan

Ilustrasi sejumlah pengojek online menggelar aksi damai di depan kantor Go-Jek Denpasar, menuntut perusahaan memperbaiki sistem aplikasi, memaksimalkan pemasaran dan membuat program pelatihan peningkatan mutu serta mitra Go-Jek.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wira Suryantala

Selain soal asuransi kesehatan, Jajat juga mengeluhkan soal perusahaan yang abai dengan risiko driver di jalanan. Ia mencontohkan saat ambil Go food. Untuk layanan ini driver harus keluar uang menalangi. Namun, tak jarang mereka ditipu. “Itu salah satu risikonya, kena tipu. Kecelakaan di jalan, tapi kan perusahaan masa bodo sama yang dialami driver di jalanan,” ujarnya mengeluh.

img_title Teriakan Bebaskan Nadiem Bergema di Pengadilan Tipikor Jakpus

Selain itu, jika driver mengeluh respons perusahaan sangat lamban. Sementara jika penumpang yang komplain, perusahaan langsung turun tangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terus Tergerus

img_title Gaya Nadiem Hadapi Sidang Pledoi Kasus Chromebook: Pakai Jaket Gojek Milik Mulyono

Padahal semakin hari, Rahmat mengeluh, pendapatannya dari ojek online terus menyusut. Hal senada disampaikan Jajat. Menurut dia, pendapatannya terus berkurang. "Kalau dulu, sehari bisa dapat Rp500 ribu. Kalau sekarang, mau nyari Rp200 ribu saja seharian sudah susah,” ujarnya.

Jajat mengaku bingung dengan kondisi tersebut. Ia tidak tahu apakah itu terjadi karena driver ojek online semakin banyak atau karena permainan perusahaan. "Paling kalau ngadu, kantor cuma jawab, itu dari sistemnya," ujar dia.

img_title Menjelang Idul Adha, Grab Indonesia Umumkan 100 Mitra Pengemudi Pemenang Program BERKAH

Ia berharap, perusahaan bisa lebih baik dalam memperlakukan driver. "Harapan kita sih enggak muluk-muluk. Perusahaan jangan cuma perhatiin penumpang, kita juga diperhatiin."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sandy juga menyampaikan hal yang sama. Ia berharap, ada perhatian khusus dari perusahaan. Menurut dia, sejauh ini kalau ada apa-apa di jalan yang paling aktif cuma sesama driver. "Kalau bisa harus ada komunitas resmi dari perusahaan yang memantau secara sistematis untuk perbaikan manajemen," ujarnya.

Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin

Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor, PT KAI Gandeng Pemkot Bogor serta Gojek & Gopay

PT KAI menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan ekosistem transportasi terintegrasi di Kota Bogor, bersama Pemkot Bogor, Gojek, dan Gopay.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut