SOROT 469

Menggantang Harapan di Jalan

Ilustrasi sejumlah pengojek online menggelar aksi damai di depan kantor Go-Jek Denpasar, menuntut perusahaan memperbaiki sistem aplikasi, memaksimalkan pemasaran dan membuat program pelatihan peningkatan mutu serta mitra Go-Jek.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wira Suryantala

Meski mengandalkan jalanan, rahmat menuturkan, banyak risiko yang harus dihadapi selama bekerja di jalanan. Misalnya kecelakaan. Tak hanya itu, tubuh tuanya juga tiap hari dihajar panas dan hujan. “Hujan kita juga tetap jalan. Panas, kepanasan. Belum lagi kalau dapat penumpang jauh, jalanan macet,” ujarnya menambahkan.

img_title Trik Baru UMKM biar Makin Dilirik

Sementara menurut Jajat, selain kecelakaan ia juga harus menghadapi intimidasi dari ojek pangkalan. Bahkan tak jarang ia harus bentrok dengan mereka. Ia juga harus menghadapi ancaman dibegal di jalan. “Banyak lah kejadian-kejadian di jalan. Namanya kita kerja di lapangan kan ada saja, apalagi kaya kemarin pas musim-musimnya begal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, ia mengaku suka menekuni pekerjaannya tersebut. Pasalnya, ia jadi lebih banyak teman. "Saya tinggal di Pondok Ranji. Tapi kalau mangkal bisa di mana-mana. Di pangkalan baru juga nambah teman baru.”

img_title Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor, PT KAI Gandeng Pemkot Bogor serta Gojek & Gopay

Minim Perlindungan

img_title Menhub Dudy Dorong Aplikator Layanan Ride Hailing Terus Tingkatkan Kesejahteraan Mitra Driver

Rahmat menuturkan, memang ada asuransi dari perusahaan jika driver mengalami kecelakaan. Namun, tak ada asuransi kesehatan. Sehingga jika sakit, driver sendiri yang mengeluarkan biaya berobat.

Selain itu tak ada fasilitas lainnya dari perusahaan. Menurut Sandy, ada biaya kesehatan jika driver mau klaim ke perusahaan.  Sementara terkait kecelakaan, jika tak parah tidak diganti. Perusahaan hanya memberikan asuransi jika cacat atau meninggal dunia.

"Kalau penumpang kecelakaan cuma lecet-lecet doang diganti biaya pengobatan. Tapi kalau cacat seumur hidup, meninggal dunia itu dapat," ujarnya menambahkan.

Sementara di Gojek, menurut Jajat yang baru setahun setengah bergabung, tidak ada asuransi kesehatan bagi driver.  "Paling juga asuransi yang baru dikeluarin sama Gojek, namanya GO-Proteksi, misalnya kalau kita ada Laka di jalanan," ujarnya.

sorot ojek online - transportasi online - ojek gojek

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah driver ojek online Go-Jek tengah menunggu pesanan di sebuah kedai makanan di Jakarta. (REUTERS/Beawiharta)

Namun, Go-Proteksi hanya untuk kecelakaan. Kalau sakit tetap driver yang menanggung biaya. Menurut dia, apa-apa yang terjadi di jalan menjadi tanggungan driver, kecuali menyangkut penumpang. "Misalnya di jalan kecelakaan, customernya komplain atau minta pertanggungjawaban dari perusahaan. Perusahaan mungkin bisa bantu, kalau buat kita mah kita tanggung sendiri," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut