- REUTERS/Kai Pfaffenbach
Besarnya pendapatan pengembang game tentu berdampak langsung pada kesejahteraan karyawannya. Gaji terbesar tentu saja didapat oleh programmer sebagai ‘jantung’ perusahaan, karena mereka yang harus setiap hari begadang demi menyelesaikan program.
Dikutip dari Gamespot, gaji yang diterima oleh karyawan sebuah pengembang game rata-rata mencapai US$97 ribu hingga US$113 ribu (Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar) setiap tahunnya. Angka ini sudah termasuk semua pajak, tunjangan dan dana pensiun.
Harus Terus Kreatif
Merancang sebuah permainan bukan perkara mudah. Banyak orang seperti Carmack atau Romero yang lihai dalam membuat program permainan, namun hal itu bukan jaminan gamers menyukainya.
Untuk bisa membuat sebuah game, dibutuhkan kemampuan lebih dari sekadar memahami bahasa program. Hal itu dikatakan oleh Chief Executive Officer Entertainment Software Association (ESA), Michael Gallagher.
“Industri hiburan interaktif saat ini butuh orang-orang yang kreatif dan inovatif,” ujar Gallagher, dikutip dari Gamespot.
Contohnya saat Doom dan Quake diperkenalkan oleh id Software. Carmack dan Romero merancang permainan tersebut dengan algoritma khusus yang mengatur soal kecerdasan buatan.
Dua permainan yang sukses menelurkan genre baru itu, yakni first person shooting atau FPS, memakai program kecerdasan buatan untuk karakter yang menjadi lawan main. Karakter lawan bisa bersembunyi di tempat gelap, bahkan mencari jalan memutar untuk menembak pemain dari belakang.
Selain kecerdasan buatan, pengembang game juga harus mencari cara lain agar produk yang mereka jual bisa menghasilkan. Cara yang umum dilakukan adalah dengan menjual game engine, seperti yang dilakukan oleh id Software dan Epic Games.
![]()
Logo video game Electronic Arts (EA) berada di Los Angeles, California, Amerika Serikat. (REUTERS/Lucy Nicholson)
Game engine adalah sebuah program yang bisa dijadikan dasar untuk pembuatan game. Program ini berisi semua hal yang dibutuhkan programmer untuk merancang sebuah permainan baru.
Di dalamnya sudah ada semua hal yang dibutuhkan, mulai dari cara menghasilkan gambar tiga dimensi, kecerdasan buatan, efek suara, animasi, hingga kemampuan untuk dimainkan lebih dari satu orang.