- REUTERS/Mario Anzuoni
Kondisi di Indonesia pun tak jauh berbeda. Catherine Keng, Corporate Secretary Cinema 21, mengatakan, horor adalah salah satu dari tiga genre terpopuler di Indonesia.
"Untuk film Indonesia, komedi, horor, drama," katanya saat dihubungi melalui panggilan suara.
Tahun ini, Pengabdi Setan jadi standar baru film horor Tanah Air. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, film ini kini yang tertinggi jumlah penontonnya di Indonesia selama tahun 2017. Bukan hanya laris manis diserbu penonton, Pengabdi Setan disebut punya kualitas yang akhirnya, setidaknya, dianggap layak disebut film horor bagus.
"Secara keseluruhan, hingga saat ini sejak film horor kembali menggeliat pada 2000-an awal, tidak ada peningkatan yang berarti dalam menaikkan mutu cerita, atau pun production value yang memadai yang membuat film horor betul-betul ditangani dengan serius. Sejak 2000 awal dari kemunculan Jelangkang, baru Pengabdi Setan lah yang memenuhi ekspektasi saya bahwa beginilah film horor semestinya dibuat," kata pengamat film, Shandy Gasiela.
![]()
Sutradara Pengabdi Setan, Joko Anwar saat ditemui VIVA di Jakarta. (VIVA/M Ali Wafa)
Sutradara Pengabdi Setan, Joko Anwar, mengatakan, film horor, komedi, atau apa pun jenisnya, punya formula yang sama untuk menjadikannya film berkualitas. Untuk menyampaikan kisahnya, maka film harus punya teknis dan estetika yang tinggi.
"Jadi filmmaker harus punya teknis, paling enggak teknis standarnya bercerita dalam film seperti apa. Itu meliputi teknis penyutradaraan, sinematografi, editing, dan segala macem yang bisa dipelajari di pendidikan," ujar Joko Anwar kepada VIVA.
Sementara untuk estetika, menurutnya adalah gabungan dari semua yang filmmaker alami di hidupnya, apakah dia membuat dirinya terpapar ke hidup ini atau tidak.
"Jadi dari kita kecil, musik yang kita dengar, film yang kita tonton, keluarga, seni yang kita nikmatin itu akan membentuk estetika kita," tambahnya.
Anggaran Ideal
Film dengan bujet tinggi memang bukan patokan untuk membuat film berkualitas. Namun tak dimungkiri, untuk membuat sebuah film dengan teknik yang apik bukan perkara murah.
Bukan apple to apple untuk membandingkan kualitas film horor Indonesia dengan Hollywood. Namun, jika ingin sekadar berkaca, industri tersebut memang punya sumber daya melimpah, baik manusia maupun dananya, untuk bisa memproduksi film-film horor yang keren.