- Twitter/@realmadriden
Â
Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez saat merayakan kemenangan. (MotoGp Pics)
Marquez mengakui, 2017 menjadi salah satu musim tersulit dalam karier balapnya. Sebab, dia sempat mengalami pasang surut performa, meski akhirnya bisa bangkit.
Â
"Ini musim yang sangat sulit. Ada banyak naik dan turun. Ada banyak juga momen sulit dan momen buruk," kata Marquez dalam jumpa pers usai seri balapan terakhir, dilansir Crash.
Â
"Tapi, saya senang bisa memiliki kalian semua, tim saya, keluarga dan orang-orang yang membantu saya. Mereka semua sangat membantu saya musim ini," lanjutnya.
Pembalap Lewis Hamilton usai menyelesaikan balapan. (REUTERS/Henry Romero)
Sementara itu, prestasi gemilang lainnya ditorehkan pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, yang meraih gelar juara dunia keempatnya di Formula 1 pada 2017.
Â
Sebelumnya, dia menjadi juara dunia F1 pada musim 2008, 2014 dan 2015. Hamilton pun menjadi pembalap tersukses dari Inggris sepanjang sejarah.
Â
Ia mengalahkan Jackie Stewart yang berhasil meraih tiga kali gelar juara dunia F1. Jackie Stewart tiga kali menjadi juara dunia F1 pada 1969, 1971 dan 1973.
Â
Di F1 2017, pembalap Inggris berusia 32 tahun itu mengunci lebih cepat gelar juara di GP Meksiko, akhir Oktober 2017 silam. Saat itu, balapan masih tersisa dua seri lagi
Â
Walau menempati posisi sembilan di GP Meksiko, namun koleksi poin Hamilton tidak mungkin terkejar lagi di dua seri balapan tersisa (GP Brasil dan GP Uni Emirat Arab).
Â
"Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk keluarga, tim, dan Mercedes. Saya bangga menjadi bagian ini," kata Hamilton seperti dikutip dari Crash, usai balapan. Â
Â
"Saya melakukan apa yang bisa saya lakukan. Saya memiliki awal yang baik, sayang di belokan ketiga ada masalah. Saya mencoba sekuat tenaga untuk kembali," lanjutnya.
Â
Hamilton selanjutnya menjadi juara dengan memuncaki klasemen akhir F1 2017 setelah meraih total 363 poin dari 20 seri balapan (Hamilton naik podium di 13 seri balapan).
Â
Hamilton unggul jauh atas rival terdekat, Sebastian Vettel. Pembalap Ferrari tersebut menjadi runner up di klasemen akhir setelah hanya meraih total 317 poin. (one)