SOROT 481

Tahun Emas Real Madrid

Real Madrid juara Liga Champions 2016/2017
Sumber :
  • Twitter/@realmadriden

Sejarah Bhayangkara FC
 
2017 menjadi tahun pertama kompetisi sepakbola Indonesia kembali bergulir setelah sempat vakum selama dua musim karena sanksi FIFA. Liga 1 berlangsung sengit hingga akhir. Bahkan, dua klub teratas di klasemen akhir, Bhayangkara FC dan Bali United, sama-sama memiliki jumlah poin sama, 68 poin.
 
Namun, Bhayangkara FC dipastikan keluar sebagai juara karena unggul head to head atas Bali United. Keberhasilan ini disambut sukacita sang pelatih, Simon McMenemy.
 
"Kunci sukses kami adalah memiliki skuat yang bagus, pemain kami juga selalu bekerja sangat keras dan tidak pernah menyerah," kata McMenemy usai membawa BFC juara.

img_title Kata-kata Berkelas Andik Vermansyah usai Comeback ke Super League

[Baca juga: Liga 1 2017 Tak Sempurna, Gelar Juara Bhayangkara FC Ternoda]
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bhayangkara FC Juara Liga 1
Euforia tim Bhayangkara FC saat menjadi juara Liga 1 Indonesia. (VIVA/Syahrino Putama) 

img_title Jadwal Emil Audero Bersama Rayo Vallecano, Berpeluang Debut Lawan Racing Santander

Keberhasilan ini pun menjadi sejarah bagi klub yang sering berganti nama itu. Seperti diketahui, dalam hitungan beberapa tahun terakhir, Bhayangkara sudah beberapa kali berganti nama.
 
Cikal bakal berdirinya Bhayangkara berawal dari dualisme Persebaya Surabaya yang beralih ke LPI (Liga Primer Indonesia) dan mengubah nama menjadi Persebaya 1927 di bawah PT Persebaya Indonesia.
 
Di saat yang sama, tim yang dahulu bernama Persikubar Kutai Barat ini dibawa ke Surabaya dan diubah namanya menjadi Persebaya Surabaya di bawah PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) agar Surabaya memiliki wakil di liga resmi PSSI.
 
Pada 2015, mereka tidak boleh mengikuti turnamen arahan Mahaka Sports & Entertainment yang bertajuk Piala Presiden 2015. Karena ingin mengikutinya, mereka menambahkan kata United di tim ini.
 
Selanjutnya, BOPI meminta Persebaya untuk menanggalkan nama 'Persebaya', karena hak paten logo dan nama ada di tangan klub Persebaya 1927 bawahan PT Persebaya Indonesia.
 
Oleh karena itu, mereka mengubah nama menjadi Bonek FC. Tapi, mereka terpaksa mengubah nama klubnya menjadi Surabaya United, karena mendapat protes dari Bonek yang aslinya merupakan nama suporter.
 
Pada 12 April 2016, Surabaya United merger dengan tim yang mengikuti Piala Bhayangkara 2016, PS Polri, dan akhirnya mengubah nama menjadi Bhayangkara FC. Tak disangka, perubahan nama ini justru memberikan hoki dan mengantar Bhayangkara FC menjadi klub terbaik di Tanah Air.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut