Saya Bukan Menteri yang Kaku
- VIVA/M Ali Wafa
Ada target terukurnya?
Setiap tahun itu kan kita menargetkan 1 juta keluarga yang tergraduasi. Nanti saya akan bikin target, kita harapkan dari 1 juta itu ada yang masuk jadi wirausaha dan mendapatkan fasilitas pinjaman lunak. Dari 1 juta itu kan tidak mungkin semuanya jadi wirausaha kan, mungkin nanti ada yang diterima kerja di mana atau pabrik apa kan, otomatis dia sudah mempunyai income tetap. Kalau yang sudah mempunyai income tetap kan tidak selalu harus berwirausaha kan, tapi yang tidak mau bekerja di perusahaan misalnya, dan dia memilih untuk berwirausaha misalnya, nah ini yang kita urusi gitu loh, targetnya kita sedang susun agar ini lebih tepat sasaran.
Apa yang dilakukan Kemensos terkait maraknya bencana alam?
Seperti banjir, longsor yang terjadi kemarin itu, kita langsung cepat turun memberikan bantuan logistik dan lain sebagainya. Kita ini kan urusannya ke korban, bagaimana bantuan itu bisa sampai ke korban tepat sasaran. Jadi begitu musibah itu berdampak pada korban, kita masuk. Misalnya mempersiapkan tempat pengungsian, membuat dapur umum.
Apakah ada program prioritas?
Program kita yang paling besar kan dua yakni PKH dan BPNT. BPNT itu anggarannya sampai Rp2 triliun. Ke depannya saya bilang jumlahnya harus semakin kecil, bukan semakin besar.
Kenapa?
Kalau semakin kecil berarti program itu berhasil. Itu menunjukkan angka kemiskinan berkurang. Tahun ini rencananya BPNT kita turunin targetnya. Ini sedang dikaji, kita coba diskusikan.
Apa target Anda selama memimpin Kemensos?
Target saya simpel saja. Yang terpenting bagaimana selama saya dipercaya menjadi Menteri Sosial, program-program Kemensos ini bisa bermanfaat untuk rakyat banyak, itu saja. Dan saya juga ke depan akan melakukan survei terhadap pemanfaatan dari program-program yang ada.
Sejauh ini ada kendala yang dihadapi?
Hampir gak ada. Semua di sini sangat kooperatif, sangat nyaman saya di sini.
Anda selama ini jadi pengusaha tidak pernah bersentuhan dengan birokrasi. Apakah itu tidak menjadi kendala?
Sebetulnya saya sejak di DPR sedikit banyaknya juga bersentuhan dengan birokrasi. Jadi gak ujug-ujug dari pengusaha langsung masuk ke kementerian. Jadi bisa dibilang selama tiga bulan di sini saya hampir tidak menemukan hambatannya.