Wisata Bukit Kapur Nan Eksotis di Desa Ceruk
- Dok. Desa Ceruk
Lebih lanjut, Syahmin menuturkan bahwa tingkat pengunjung belakangan ini mengalami penurunan terkait kurangnya sarana dan prasarana yang ditawarkan. “Kemarin itu memang ada dua orang pengunjung dari Prancis. Kata mereka, pemandangan di sini bagus, tapi di sini tidak ada penginapan, makanya mereka bilang akan tambah bagus kalau ada hotel atau homestay,” sambung Syahmin.
Untuk promosi, pengelola Wisata Bukit Kapur saat ini sudah menggunakan media sosial, seperti melalui grup WhatsApp dan laman Facebook. Ini semua dilakukan untuk menggaet pengunjung baru demi menambah pendapatan desa. Selain itu, Pemerintah Desa Ceruk juga menyelenggarakan berbagai acara. Contohnya, acara seni dan Tahun Baru di mana hampir 2000 pengunjung hadir.
Adanya tempat wisata ini ternyata menimbulkan dampak positif, masyarakat kini bisa mendapatkan tambahan pendapatan dengan berjualan di kawasan wisata ini. Berkat adanya pembukaan akses jalan, petani juga makin mudah untuk bisa sampai ke lahan pertaniannya.
“Untuk sekarang, ekonomi masyarakat desa banyak terbantu. Masyarakat pun merasa senang karena ramainya pengunjung sehingga hasil jualan mereka habis. Kami hanya berharap agar ada bantuan dari pemerintah agar bisa melengkapi sarana dan prasarana ditempat wisata ini seperti panjat tebing atau outbound, supaya wisata ini bisa tambah ramai,” tutup Syahmin.