Mau Ikut Melesat Maju, Daerah Harus Go Digital
- VIVA.co.id/Linda Hasibuan
Karena itu, jika daerah ingin maju silakan membuat website yang komplit, terus di update, terus membuat event nasional dan internasional, yang memiliki cultural value dan sekaligus commercial value. Industri seperti tour operator dan tour agency itu sudah secara otomatis akan mencari akal dan membuat kreasi menciptakan paket-paket yang bersaing untuk dipajang di TXI DMP tersebut.
Memang, banyak peserta Rakornas Kemenpar III ini yang terbengong-bengong oleh model pasar digital seperti ini. Termasuk Menpar Arief Yahya pernah dikritik oleh anggota ASITA, asosiasi tour and travel yang menjadi mitra usahanya tentang berkembangkan OTA (online travel) itu.
“Saya beri contoh Wartel atau Warung Telekomunikasi, yang dulu saya bangun dengan 124.000 biji di seluruh Indonesia. Hadirnya teknologi GSM dan HP, maka Wartel itu secara perlahan hilang dari peredaran. Sudah pasti, akan lenyap karena ada teknologi baru yang memungkinkan komunikasi lebih mudah dan murah,” kata Arief Yahya.
Sama halnya dengan online transportation, dengan hadirnya Gojek, Uber dan Grab, yang pernah heboh itu. Kemenhub sempat melarang, meskipun surat larangan itu tidak sampai 24 jam sudah dicabut kembali.
“Aplikasi digital itu tidak bisa dilawan dengan peraturan saja, karena akan terus berkembang dan mencari bentuk paling ideal,” ujar Arief Yahya.
Sama halnya dengan Online Shopping, yang juga pesat bertumbuh di tanah air sekalang. Ada Matahari Mall, Bukalapak.Com, Blibli.Com, Alibaba.Com, dan lainnya. Apakah itu mempengaruhi antusiasme orang belanja di mal? Mungkin benar, karena harga pasti lebih murah, lebih mudah mencari, lebih variatif dan lebih praktis.
Itulah mengapa ada istilah More Digital More Personal, karena marketing sudah langsung masuk ke smartphone ke customers dan komunikasi data ke pelanggannya sudah detail sampai ke personal. Ada istilah More Digital More Global, dengan digital itu semua informasi bisa diupload, dipromosikan secara global, dan semua orang yang memiliki aplikasi yang sama bisa langsung connect.
Satu lagi, More Digital More Professional, karena semakin tepat sasaran dalam mempromosikan via digital. Sesuai dengan profile market yang disasar, karena aplikasi sudah bisa memilah kesukaan dan kebiasaan orang. Apa yang setiap hari dibuka, berapa lama, tertarik di bidang apa? Dengan begitu, promosi akan semakin efektif sampai ke calon customers.(webtorial)