Menpar Arief Yahya Berkalibrasi ke World Economic Forum

Menteri Pariwisata, Arief Yahya
Sumber :
  • Miranti Hirschmann/Berlin

Memang, harus diakui, ada banyak kendala jika Indoensia ingin dikalibrasi dengan standart dunia itu. Salah satu yang paling mendasar adalah minimnya data yang disiapkan oleh Pemerintah Indonesia sendiri dari 14 pilar yang dipotret WEF itu. Kemenpar memang sudah mempelajari dan menyiapkan data-data yang masih banyak yang belum di-up date dari 15 Kementerian dan Lembaga.

img_title Sektor Pariwisata dan Proyek Energi Dinilai Dapat Berjalan Berdampingan

“Kami sudah FGD –Focus Group Discussion dengan 15 Kementerian dan Lembaga, untuk meng-up date data-data. Karena dalam hal data-data, kemenpar tidak bisa mengakses sendiri. Harus dibantu Kementerian lain, yang memegang datanya. Misalnya soal kesehatan, infrastruktur, airport, keamanan, dan sebagainya, yang semua terkait dengan performance Indonesia dari sisi pariwisata,” kata Arief Yahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di forum WEF itu, Menpar didampingi Samsriyono Nugroho Staf Khusus Menteri Bidang Teknologi Informasi Pariwisata, Muh Noer Sadono, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Publik, Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Harry Waluyo, Staf Khusus Bidang Pariwisata,

img_title Kemenpar Punya Strategi Baru Promosikan Pariwisata Indonesia, Tak Hanya Andalkan Destinasi

Elitua Hamonangan Simarmata, Staf Khusus Bidang Pariwisata, Addin Maulana, Peneliti Bidang Pariwisata dan Sutanto Sespri Menpar.

Perwakilan Tetap RI di PBB yang berkantor di Geneva juga ikut membantu mengatur dan menindaklanjuti. Mereka hadir RM Michael Tene, Ambassador Deputy Permanent Representative RI untuk UN, WTO and other International Organization in Geneva dan Elvie Indayani, Third Secretary Permanent Mission of The RI to UN, WTO, and other International Organization in Geneva.

img_title Turis Makin Banyak Datang, Penumpang Penerbangan Internasional Indonesia Alami Pertumbuhan

Lalu bagaimana mensuplay data-data terbaru itu? Samsriono, Stafsus IT menjelaskan pihaknya tengah mengumpulkan data yang dibutuhkan, dari 15 Kementerian-Lembaga yang terkait, dan akan langsung di up load di site yang bisa didownload WEF. Awal Oktober 2016 ini, dara-data itu sudah akan terunggah. Tim teknis pekan ini akan terus interns berkomunikasi dan saling menukar info dan data seputar 14 pilar yang dibutuhkan WEF.

Berkali-kali Tierry Geiger menyampaikan apresiasinya terhadap Menpar Arief Yahya soal keseriusan Indonesia untuk mengkalibrasi dalam TTCI itu. Langkah kooperatif yang sangat memudahkan WEF mem-validasi data. “Data itu diambil dari dua hal, pertama data resmi dari pemerintah, yang sudah dilaporkan juga ke PBB dan lembaga dunia lain. Juga survey yang dilakukan WEF dengan sample para pelaku bisnis dan pengusaha di Indonesia. Bagaimana kalau data resmi dari pemerintah tidak didapat? Kami menggunakan data yang dipakai lembaga dunia lain yang kredibel, seperti UN-WTO, WHO, UN, World Bank, dan lainnya,” kata Tierry Geiger.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut