Menpar Arief Yahya Siapkan 19 Calon Jawara di UNWTO

Menteri Pariwisata Arief Yahya
Sumber :
  • Viva.co.id/Linda Hasibuan

VIVA.co.id – Semangat 3C (Calibration, Confidence, Credibility) terus digelorakan Menteri Pariwisata Arief Yahya untuk menjadi pemain global. Semua lini di konversi ke dalam global standar agar siap bersaing dengan produk yang sama dari negara lain.

img_title Sektor Pariwisata dan Proyek Energi Dinilai Dapat Berjalan Berdampingan

Setiap tahun Kemenpar memilih dan mengusulkan ke UN-WTO, Lembaga PBB yang bergerak di sektor pariwisata dunia untuk dikalibrasi, ditandingkan dalam kategori yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tahun lalu tiga yang kami bawa ke UN-WTO sukses semua. Banyuwangi mewakili Local Government, pemutaran untuk NGo yang pro konservasi menghidupkan kembali terumbu karang dan CSR Garuda Indonesia-Coca Cola yang peduli kebersihan Pantai Kuta Bali. Semuanya juara!" kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.

img_title Kemenpar Punya Strategi Baru Promosikan Pariwisata Indonesia, Tak Hanya Andalkan Destinasi

Dampaknya? "Banyuwangi makin hebat mengelola daerahnya dengan core business pariwisata. Banyuwangi makin confidence dengan menempatkan pariwisata sebagai leading sector. Para investor pun melirik daerah itu dipimpin oleh CEO (baca: Bupati Abdullah Azwar Anas) yang credible, maka arus investasi pun bergerak positif," kata Mantan Dirut PT Telkom ini.

Begitu pun NGo Karang Lestari di Pemutaran Bali Utara. Saat ini teknologi yang digunakan untuk percepatan pertumbuhan terumbu karang sudah dipakai di banyak tempat, dan semuanya berhasil. Termasuk di Gili Trawangan, Lombok.

img_title Turis Makin Banyak Datang, Penumpang Penerbangan Internasional Indonesia Alami Pertumbuhan

"Dengan mengalirkan arus kecil ke terumbu karang yang ditanam di bawah laut, pertumbuhan bisa 5 kali lebih cepat," ujarnya.

UNWTO Awards 2016, adalah penghargaan paling bergengsi level dunia yang memiliki sistem penjurian paling ketat. Saking ketatnya, tim jurinya melakukan penilaian dengan on line streaming, tidak langsung bertemu saat presentasi. Karena itu Arief Yahya membentuk tim pemenangan yang sudah bekerja untuk berkalibrasi dengan standar dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Penyiapan materi untuk pemenangan UNWTO Awards sudah kami lakukan hingga deadline 30 September 2016. Target kami, juara di tiap kategori,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Senin 3 Oktober 2016.

Pengalaman tahun 2015 lalu memang menjadi guru terbaik. Tahun 2016 ini jauh lebih siap, lebih banyak, dan lebih optimistis. Di UNWTO Award for Innovation in Public Policy and Governance kategori Re-Inventing The Government in Tourism, Pemkab Banyuwangi terpilih menjadi yang terbaik. Sementara untuk UNWTO Award for Innovation in Enterprises kategori Treetop Walking Path, gelar runner up menjadi milik Garuda Indonesia dan Coca Cola dengan aksi Bali Beach Clean-up. Satu gelar runner up lainnya adalah UNWTO Award for Innovation in Non-Governmental Organizations. Kategori yang dimenangkan, Sisterhood of Survivors (SOS) Programme. Saat itu, Yayasan Karang Lestari mengantongi gelar runner up lewat aksi Coral Reef Reborn.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut