Destinasi Morotai Percepat Akses dan Amenitas
- U-Report
Menuju ke puncak acara itu, diadakan banyak rangkaian events, agar puncak acara nanti bisa heboh. Salah satu diantaranya adalah Fishing Morotai 2016, yang diserbu 4000 pendaftar. Sayang, kapasitas kapal tidak lebih dari 77 pemancing saja, 11 kapal masing-masing 7 orang.
Animo masyarakat pemancing luar biasa, karena jenis ikan di Morotai itu beragam. Tidak seperti di lokasi lain yang hanya beberapa jenis saja. "Karena itu, 2017 pelaksanaan Fishing Morotai akan diperbesar! Baik jumlah peserta, jumlah kapal, maupun eventnya sendiri," kata Ari.
Bagaimana dengan akses? Ari Surhendro menjelaskan pemerintah sudah mempersiapkan bandara Morotai menjadi bandara Internasional. Di antaranya telah dilakukan upaya membuka jalur penerbangan ke Morotai, dan peningkatan kualitas bandar.
"Bahkan Kepala Bandara di sana mengharapkan overlay runway dilakukan tahun 2017, paling lambat tahun 2018," kata Ari Surhendro.
Dari sisi amenitas, lanjut Ari Surhendro, untuk menyiapkan international chain hotel di Morotai, telah dilakukan kerjasama dengan beberapa pihak terkait. Diantaranya, Kemen PU PR, berupa Proyek Perencanaan Kawasan Pariwisata Pulau Morotai bersama mitra Kemenpupera. Sekarang sudah masuk tahap evaluasi akhir hasil pengukuran.
"Sedang mengumpulkan data melalui PIC Morotai untuk program pembuatan Masterplan Morotai," katanya.
Soal amenitas, juga ada peran Jababeka Morotai. Persiapan MoU dengan investor Taiwan, penyelesaian tambahan cottages di d’Aloha resort; persiapan MoU dengan BTN tentang homestay. Lalu persiapan kerjasama Citilink Indonesia dengan Wanda Hufei Group ke Morotai untuk survey pembangunan hotel dan lainnya.
"Semula tanggal 3-5 Oktober 2016, tapi rupanya ada perubahan (menyusul)," ujar Ari. (webtorial)