Berkah Sail Sabang 2017 Mengalir Sampai Jauh

Pawai budaya Sail Sabang 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA – Event sail terbesar di Indonesia, Sail Sabang 2017 benar-benar membawa banyak berkah bagi Aceh. Kopi dan kulinernya tambah ngehits. Rental mobil dan penginapan juga ikut panen raya. Semuanya kebagian rezeki dari event yang bakal dikonekkan dengan event sail di Phuket dan Langkawi itu.

img_title Libur Sekolah Segera Tiba, Kemenpar Minta Pengelola Wisata Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

“Alhamdulillah Sail Sabang bawa banyak berkah. Kopinya makin terkenal. Makin laku. Begitu juga jasa penyewaan mobil dan penginapan. Semuanya laris,” terang Kadispar Aceh Reza Fahlevi, Jumat 1 Desember 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reza memang tak asal bicara. Saat Sail Sabang 2017, kedai-kedai kopi di Sabang dan sekitarnya makin laku keras. Tua, muda, laki-laki dan perempuan, wisman, wisnus, semuanya seakan kompak menyeruput kopi Aceh.

img_title Kemenpar Soroti Potensi Besar Wellness Tourism di OWS Asia 2026

Tengok saja kawasan Tugu Garuda yang merupakan jantung Kota Sabang. Kedai-kedai kopi di sana selalu penuh.Dari pagi hingga dini hari, tempat nongkrong ini selalu ramai pengunjung.

Kualitas kopinya? Jangan diragukan lagi. Aceh adalah salah satu daerah produsen kopi kelas dunia. Sejak era kolonial Belanda hingga sekarang, Aceh punya dua daerah sentra produksi kopi yang keren. Yang pertama Ulee Kareng. Satunya lagi Gayo.

img_title 10 Provinsi Sepakat Perkuat Kolaborasi Pariwisata dalam Rapat FKD-MPU di Bali

Kopi Ulee Kareng yang termasuk jenis kopi Robusta dihasilkan dari Kecamatan Ulee Kareng. Sementara kopi Gayo termasuk jenis Kopi Arabika. Di pasar dunia, kopi Gayo bahkan sudah masuk kelas kopi premium. Kedua jenis kopi inilah yang mengharumkan nama Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di Tanah Air yang merajai 40% pasar dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Khusus untuk Kopi Ulee Kareng lebih gampang dijumpai. Hampir semua kedai kopi di Banda Aceh menyuguhkan kopi produksi daerah ini. Proses pengolahan bubuk kopinya sangat unik. Bubuk kopi tidak sekedar diseduh dengan air panas. Kopinya ikut dimasak. Alhasil, aroma dan citarasa kopi yang keluar benar-benar kuat. Kopi yang telah dimasak ini kemudian mengalami beberapa kali proses penyaringan menggunakan saringan berbentuk kerucut.

Kopi andalan di sini adalah kopi hitam Aceh. Biasanya disajikan dalam gelas kaca. Tidak manis, namun tetap ramah di lambung. Selain kopi hitam, di sini juga ada teh tarik dan kopi susu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut